jpnn.com, JAKARTA - Kemunculan Presiden Prabowo Subianto, mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam satu frame pada HUT ke-81 RI dinilai dapat memengaruhi kalkulasi politik PDIP menghadapi Pemilu 2029.
Peneliti senior Citra Institute Efriza menilai visualisasi keakraban ketiga tokoh tersebut berpotensi memperkuat persepsi bahwa hubungan Prabowo, Jokowi, dan Gibran masih solid.
BACA JUGA: Keakraban Jokowi-Prabowo-Gibran di HUT RI Sinyal 2029? Begini Analisis Pengamat
“Visualisasi keakraban Prabowo-Jokowi-Gibran secara tersirat maupun tersurat akan terus menaikkan tensi darah Banteng moncong putih,” kata Efriza kepada JPNN.com, Kamis (20/8).
Meski demikian, dia menilai PDIP tidak serta-merta akan membentuk poros tandingan terhadap pemerintahan Prabowo hanya karena momen tersebut.
BACA JUGA: Posisi Jokowi-Gibran Mengapit Prabowo di HUT Ke-81 RI, Pengamat: Situasional
PDIP diperkirakan tetap menjalankan posisi sebagai mitra kritis pemerintah sembari memperkuat konsolidasi internal.
Menurut dia, persoalan utama bagi PDIP bukan semata posisi duduk Jokowi, Prabowo, dan Gibran yang sejajar, melainkan pesan politik yang dipancarkan dari visual tersebut.
BACA JUGA: Pimpin Upacara HUT RI di Istana, Prabowo Pilih Jas Biru Tua
Jika presiden, wakil presiden, dan mantan presiden dapat tampil harmonis dalam satu panggung, lanjutnya, narasi mengenai keberlanjutan kekuasaan menuju 2029 dapat kembali mengemuka.
“Jika Prabowo sebagai presiden, Gibran sebagai wakil presiden, dan Jokowi sebagai mantan presiden dapat tampil dalam satu panggung dengan citra harmonis, narasi keberlanjutan kekuasaan menuju 2029 menjadi wacana yang bisa kembali liar dihembuskan,” ujarnya.
PDIP, kata dia, ditengarai akan lebih dahulu memperkuat basis elektoral, melakukan konsolidasi internal, membangun hubungan dengan masyarakat, serta menyiapkan alternatif kepemimpinan.
Namun, langkah tersebut belum tentu langsung diwujudkan dalam bentuk poros tandingan formal.
“Kalau ditanya apakah foto tersebut mengecewakan PDIP, jawabannya ya. Secara psikologis keorganisasian PDIP akan mempercepat konsolidasi internal, tetapi tidak akan sampai bernyali PDIP untuk membuat poros tandingan hanya karena di hari kemerdekaan Jokowi-Prabowo-Gibran akrab,” katanya. (kkp/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
BACA ARTIKEL LAINNYA... Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Kejagung Temukan Bukti Baru TPPU
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Kenny Kurnia Putra




