Korut Beri Sinyal Tembakan Rudal Setelah Trump Minta Bertemu Kim Jong Un, Apa Artinya?

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Korea Utara kembali menembakkan satu rudal beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ingin bertemu Kim Jong Un. Proyektil tersebut diduga merupakan rudal balistik.

Kantor Perdana Menteri Jepang memperkirakan proyektil yang diluncurkan Korut pada Kamis (20/8) merupakan rudal balistik. Peluncuran tersebut terjadi setelah Trump secara terbuka menyampaikan keinginannya bertemu Kim.

Trump sebelumnya mengatakan ingin menghidupkan kembali hubungan dengan Kim Jong Un. Hubungan tersebut terjalin ketika Trump menjalani masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS.

Trump juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan pemimpin Korea Utara tersebut. Ia menyebut Pyongyang kini memiliki 57 senjata nuklir yang "sangat kuat".

Beberapa jam setelah pernyataan Trump, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan melaporkan adanya peluncuran setidaknya satu proyektil tak dikenal. Informasi tersebut disampaikan kepada AFP tanpa rincian lebih lanjut mengenai jenis rudal.

Langkah Trump untuk kembali mendekati Kim Jong Un mendapat perhatian dari sekutu AS di Asia. Keputusan Trump mengurangi skala latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan juga memunculkan kekhawatiran.

Fokus Trump terhadap Korut muncul ketika upaya Washington menangani konflik dengan Iran masih menemui jalan buntu. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Trump sedang mencari alternatif dalam kebijakan luar negerinya.

Saudara perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, turut merespons keinginan Trump tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui adanya komunikasi yang dilaporkan berlangsung antara Trump dan kakaknya.

Kim Yo Jong mengatakan Kim Jong Un masih memiliki "kenangan dan kesan positif" terhadap Trump. Ia juga menyebut hubungan kedua pemimpin tersebut tetap "sangat baik".

Militer Korea Selatan sebelumnya memangkas durasi latihan gabungan dengan AS. Latihan tersebut dijadwalkan berakhir pada akhir pekan ini dari rencana awal pada 27 Agustus.

Baca Juga: Trump Ingin Bertemu Kim Jong Un, Korut Malah Tembakkan Rudal Balistik

Pemangkasan durasi latihan dilakukan atas usulan pihak AS. Langkah tersebut dilakukan setelah Trump menyatakan akan mengurangi skala latihan militer gabungan kedua negara.

Di tengah perkembangan tersebut, Menteri Pertahanan Korea Selatan menyebut Korut diperkirakan memiliki sekitar 80 hingga 120 senjata nuklir. Perkiraan itu menunjukkan besarnya ancaman nuklir yang masih dihadapi kawasan Asia Timur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PNM Siapkan Ekosistem Pembiayaan Mekaar dengan Bunga 8%
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pasar Djadoel Grissee Kembali Digelar, 20 Stan Sajikan Kuliner Tempo Dulu Khas Gresik
• 20 jam laluberitajatim.com
thumb
Setelah Sempat Diperingatkan, Pria Tiongkok Malah Kembali untuk Kedua Kalinya dan Diam-Diam Memotret Pesawat Pembom B-2 AS
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Trump Ancam Perang Ekonomi ke Iran: Sanksi Bakal Diperluas, Cina Bisa Terdampak
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kebakaran 15 Rumah di Paseban Jakpus Padam, 120 Warga Terdampak
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.