CAR Bank Woori Saudara (SDRA) Juni 2026 di Atas Rata-Rata Industri Perbankan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan membuat pengelolaan risiko menjadi salah satu perhatian industri perbankan.

CAR Bank Woori Saudara (SDRA) Juni 2026 di Atas Rata-Rata Industri Perbankan. (Foto: BWS)

IDXChannel - Ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan membuat pengelolaan risiko menjadi salah satu perhatian industri perbankan.

Perubahan suku bunga, pergerakan nilai tukar, serta dinamika kualitas kredit menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati perbankan dalam menjaga kinerja dan kondisi keuangan.

Baca Juga:
Milad ke-1, Bank BSN Siap Jadi Kekuatan Baru Perbankan Syariah

PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS mencatatkan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 32,03 persen per Juni 2026. Rasio tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan yang tercatat sekitar 23,70 persen.

Struktur permodalan BWS terdiri dari modal inti atau Tier 1 sekitar Rp9,7 triliun dan modal pelengkap atau Tier 2 sebesar Rp364 miliar. Rasio Tier 1 BWS tercatat sebesar 30,87 persen, sedangkan rasio Tier 2 berada di level 1,16 persen.

Baca Juga:
Bank Jago (ARTO) Ungkap Dua Backbone di Balik Kinerja Bank Digital

Pada periode yang sama, total ekuitas BWS mencapai Rp11,15 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp10,62 triliun.

Dari sisi kinerja, BWS membukukan laba bersih sebesar Rp594,09 miliar pada Semester I-2026, meningkat dari Rp82,67 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba operasional juga naik menjadi Rp233,80 miliar dari sebelumnya Rp110,11 miliar.

Baca Juga:
Bank Jatim (BJTM) Perkuat Kerja Sama dan Layanan Perbankan di Dinas Pendidikan se-Jawa Timur

Sementara itu, penyaluran kredit BWS tercatat sebesar Rp40,34 triliun hingga akhir Juni 2026. Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan mencapai Rp29,46 triliun.

Dari sisi likuiditas, BWS mencatat Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 235,83 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 108,82 persen. Kedua indikator tersebut masing-masing meningkat dari 140,30 persen dan 105,47 persen pada Juni 2025.

Analis Ajaib Sekuritas, Alvin Timothy, menilai CAR yang tinggi memberikan bantalan bagi BWS dalam menghadapi potensi tekanan sekaligus menjalankan strategi bisnis secara lebih terukur.

Kekuatan modal juga dinilai dapat mendukung fleksibilitas perseroan dalam mengelola pertumbuhan kredit, kualitas aset, dan kebutuhan likuiditas.

Menurut dia, posisi permodalan tersebut menjadi semakin relevan ketika kondisi ekonomi dan pasar keuangan masih bergerak dinamis.

Namun, kekuatan modal tetap perlu disertai penerapan manajemen risiko yang konsisten agar pertumbuhan bisnis tidak meningkatkan profil risiko secara berlebihan.

“CAR BWS yang berada di atas rata-rata industri memberikan ruang bagi perseroan untuk menyerap potensi risiko sekaligus menjaga kesinambungan bisnis. Dengan dukungan modal inti yang kuat, BWS memiliki fleksibilitas untuk mengembangkan usaha secara selektif, tetapi penyaluran kredit, kualitas aset, dan likuiditas tetap harus dikelola secara disiplin agar pertumbuhan yang dihasilkan tetap sehat,” ujarnya. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ruben Onsu Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Investasi
• 19 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Guru PPPK Paruh Waktu Batal Demo, Ratna: Baru Ada di Pemerintahan Presiden Prabowo
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
OPM Bawa Paksa 9 Wanita di Jila Papua Tengah, Bocah SD hingga Remaja Hamil
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
3.002 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG: Aktivitas Berlanjut hingga September
• 20 jam lalueranasional.com
thumb
Kementrans Tertibkan Aset Negara Rp 2,679 T di Kawasan Transmigrasi
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.