Intip Teknologi PLTP Sorik Marapi, 5 Unit Dibangun dalam Delapan Tahun

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: KS Orka Renewables Pte. Ltd. bersama anak usahanya, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), mencatat pengembangan lima unit pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sorik Marapi dalam delapan tahun.

Pengembangan tersebut dimulai dari pengeboran sumur pertama pada Oktober 2016, dilanjutkan dengan Commercial Operation Date (COD) unit pertama pada 2019 dan unit kelima pada awal 2025.

Capaian tersebut menjadi bagian dari pendekatan pengembangan modular yang memungkinkan kapasitas pembangkitan ditambah secara bertahap sesuai dengan karakteristik lapangan.

Pendekatan tersebut juga menjadi dasar pengembangan Reservoir-Adaptive Geothermal Power Plant (RAGPP) yang dipaparkan Chief Operation Officer KS Orka Renewables Pte. Ltd. Yan Tang dalam Plenary Session Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2026.

"RAGPP dirancang agar sistem pembangkitan dapat beradaptasi dengan perubahan tekanan, entalpi, temperatur, dan laju alir reservoir selama masa produksi," kata Yan Tang, dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.


 

Baca Juga :

Daftar Pembangkit Listrik Milik PLN, dari PLTU hingga PLTP
  Pemanfaatan energi dari uap hingga panas
Sistem tersebut mengombinasikan steam screw expander, wet steam Organic Rankine Cycle (ORC), dan brine ORC untuk memanfaatkan energi dari uap hingga panas yang tersimpan pada brine. Dengan konfigurasi tersebut, sumur dengan kondisi yang berubah dapat diarahkan ke sistem pembangkitan yang sesuai.

Penerapan pendekatan tersebut terlihat pada sumur T-10 di SMGP. Setelah sekitar enam tahun beroperasi, sumur tersebut dialihkan dari sistem high-pressure 10,7 bar(a) ke medium-pressure 5,7 bar(a) mengikuti perubahan kondisi reservoir.

Penyesuaian tersebut memungkinkan sumur tetap berkontribusi terhadap pembangkitan listrik tanpa modifikasi besar pada fasilitas.

Dari sisi kinerja, pembangkitan bersih SMGP meningkat seiring pengembangan lima unit pembangkit, dari 84,80 GWh pada 2019 menjadi 1.445,97 GWh pada 2025. Pada Januari-Juni 2026, pembangkitan mencapai 695,23 GWh.

Sementara itu, plant performance tetap berada di atas 90 persen. Pada 2025, availability factor tercatat 94,5 persen dan net capacity factor 99,9 persen. Pada Januari-Juni 2026, availability factor mencapai 93,6 persen dan net capacity factor 99,8 persen.

Partisipasi KS Orka Renewables dalam IIGCE 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dengan berbagai pemangku kepentingan industri panas bumi. Melalui keikutsertaan tersebut, perusahaan mendorong pengembangan energi panas bumi yang didukung inovasi teknologi dan peningkatan kinerja operasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Memperkuat Pemasaran Digital Asia Tenggara: Tigo AI Meluncurkan Sistem Terpadu Produksi Iklan AI dan Distribusi Konten Native
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Menyikapi Situasi Global, DPR Imbau Perkuat Cadangan Pangan dan Energi Nasional
• 14 jam laludisway.id
thumb
Bareskrim Tak Hadir, Komisi III DPR Tunda Rapat Bahas Konflik Agraria
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Singaraja Putra (SINI) Catat Laba Jumbo usai Akuisisi Kemilau Mulia Sakti
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Indonesia Menggandeng Jerman Produksi MMS untuk Ibu Hamil demi Menekan Stunting
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.