Ratusan gagasan tentang ruang dan bangunan memenuhi Rumah Po Han, kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (21/8/2026). Melalui sekitar 300 karya, mahasiswa Program Studi S-1 Arsitektur Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menunjukkan proses mereka menerjemahkan persoalan, fungsi, dan kebutuhan ruang ke dalam rancangan arsitektur.
Karya-karya tersebut dipamerkan dalam Archiversary Exhibition 4th 2026 bertema The Journey of Explore yang berlangsung 21-23 Agustus 2026. Maket rumah, pasar, terminal, stasiun, hingga gedung pertunjukan ditata berdampingan dengan gambar arsitektur dan karya freehand mahasiswa dari berbagai semester.
Pameran tidak hanya menampilkan hasil akhir. Setiap karya dilengkapi penjelasan mengenai gagasan dan proses perancangannya. Mahasiswa juga bergantian menjadi pemandu untuk menjelaskan konsep, fungsi, serta pendekatan desain kepada pengunjung.
Salah satu karya adalah Salila Performing Center rancangan Muzaki Ahmad, mahasiswa semester empat. Melalui tugas Studio Perancangan Arsitektur 4, ia merancang gedung pertunjukan empat lantai berkapasitas sekitar 800 orang di kawasan PLJ City yang berbatasan dengan laut.
Muzaki mengambil inspirasi dari pusaran air yang menggambarkan berbagai arus yang bertemu dan membentuk satu kesatuan. Ia juga merancang auditorium terbuka yang menghadap laut.
Sudut ruang pameran dengan karya sketsa. KOMPAS/RADITYA MAHENDRA YASA
Karya instalasi pada pameran arsitetur mahasiswa. KOMPAS/RADITYA MAHENDRA YASA
Maket model rumah karya mahasiswa aristektur yang dipamerkan. KOMPAS/RADITYA MAHENDRA YASA
”Saya mengambil permasalahan kebutuhan gedung pertunjukan berskala besar di Semarang. Selama ini konser besar sering menggunakan ruang terbuka. Dari situ saya mencoba merancang gedung pertunjukan yang bisa menampung banyak penonton,” katanya.
Ketua Panitia Archiversary Exhibition 4th 2026 Niko Febrianto mengatakan, pameran menjadi ruang apresiasi sekaligus sarana memperkenalkan karya mahasiswa Arsitektur Unimus kepada masyarakat. Sekitar 300 karya yang ditampilkan berasal dari berbagai mata kuliah dan jenjang semester, mulai dari maket estetika bentuk, gambar freehand, hingga rancangan bangunan.
Pameran tersebut menjadi gambaran perjalanan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan arsitektur, dari latihan dasar hingga rancangan bangunan yang lebih kompleks. Melalui karya-karya itu, mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan bentuk, tetapi juga memahami persoalan, fungsi, dan kebutuhan pengguna dalam setiap rancangan.





