JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Puan Maharani mengungkapkan negara tetangga sudah berkali-kali mengirim nota keberatan kepada Indonesia karena terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di RI.
Sebab, kabut asap pekat karhutla itu menyebabkan ratusan sekolah di Malaysia diliburkan.
Singapura juga telah meminta warganya mewaspadai dampak karhutla Indonesia.
“Beberapa kali kita pernah mendapat nota protes dari negara tetangga akibat dampak karhutla. Jangan menunggu sampai negara sahabat kembali melayangkan keberatannya karena karhutla tidak cepat diselesaikan,” ujar Puan, dalam siaran pers, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: Anggota DPR: Tetapkan Status Bencana Nasional Karhutla Kalimantan, Sudah di Luar Batas Wajar
Puan mendorong pemerintah bersama instansi terkait melakukan penegakan hukum terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran, sehingga menyebabkan karhutla.
Terlebih, kata Puan, kerugian yang ditimbulkan akibat karhutla sangat besar.
“Setiap titik api harus diketahui siapa yang bertanggung jawab. Selain merugikan dari sisi kesehatan dan pendidikan anak-anak sekolah, karhutla juga menyebabkan sejumlah aktivitas ekonomi masyarakat terganggu,” tutur dia.
Sementara itu, Puan mengultimatum pemerintah daerah juga harus dapat menjelaskan mengapa karhutla di Kalimantan bisa meluas sedemikian rupa.
“Bagaimana pencegahannya, dan seperti apa penanggulangan saat titik api pertama ditemukan. Karena karhutla sering menjadi besar bukan karena tidak terdeteksi, tetapi karena terdapat jeda antara informasi, keputusan, dan tindakan,” imbuh Puan.
Baca juga: Pemerintah Kerahkan 52 Pesawat Bantu Pemadaman Karhutla di 6 Provinsi
Diketahui, karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan bukan hanya menjadi persoalan bagi Indonesia.
Kabut asap yang ditimbulkan kebakaran juga mulai berdampak ke negara tetangga, terutama Malaysia, akibat asap yang terbawa angin melintasi perbatasan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian sejumlah media asing, khususnya media Malaysia yang menyoroti memburuknya kualitas udara di Sarawak serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.
Lalu, media Singapura juga memberi komplain.
Baca juga: Karhutla Kalimantan, Anggota DPR Sindir BNPB: Kan Sudah Tahu Akan Musim Kemarau Panjang
Bahkan, ratusan sekolah di Sarawak terpaksa ditutup sementara karena kualitas udara memburuk akibat kabut asap.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla di Kalimantan telah meluas hingga ke wilayah negara tetangga.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT





