Polri mulai melakukan proses penyelidikan terhadap peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Pulau Kalimantan.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Kapolri mengatakan, upaya pemadaman karhutla Kalimantan yang terus berlangsung sampai hari ini juga sejalan dengan proses penyelidikan dan investigasi.
Hal itu disampaikan Kapolri saat berkunjung ke Kantor DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Timur, Jalan Raya Lontar, Kota Surabaya (Jumat (21/8/2026).
“Saat ini yang sedang kita lakukan, ada pemadaman, sekaligus juga ada kita melakukan penyelidikan dan investigasi,” ujarnya.
Selain itu, Listyo mengungkap bahwa Polri telah mengantongi beberapa nama yang diduga terkait dengan peristiwa karhutla di Pulau Kalimantan.
“Terkait dengan peristiwa yang terjadi, ini beberapa nama sudah kita amankan,” tandasnya.
Sementara itu berdasarkan pantauan Satelit NOAA-20 yang dilakukan BNPB pada Kamis (20/8/2026) kemarin, terdapat 1.487 titik panas yang berpotensi memicu karhutla mengepung Pulau Kalimantan.
Berton SP Panjaitan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menjelaskan konsentrasi titik panas tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik dan Kalimantan Barat sebanyak 560 titik.
“Sementara itu di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terdeteksi 74 titik, serta Kalimantan Utara sebanyak tiga titik,” ujarnya melansir Antara, Jumat (21/8/2026).
Barton memastikan pemerintah pusat melalui BNPB terus memperkuat kemampuan pemerintah daerah untuk pemantauan intensif, memetakan wilayah rawan, hingga langkah penanganan darurat berdasarkan kondisi dinamis di lapangan.
“Untuk mengantisipasi agar dampaknya tidak meluas, BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman,” katanya.(wld/iss)




