Bandung Gerah dan Panas, Kok Bisa?

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan sejumlah alasan kondisi cuaca di Bandung Raya yang gerah dan panas. Mereka menyebut terjadi pertumbuhan awan konvektif secara lokal, sehingga kondisi udara terasa panas dan lembap atau sumuk.

"Suhu udara minimum cukup hangat 2 hari terakhir pada kisaran 21-22 celcius, kelembapan udara cukup lembap 55 - 80 persen sehingga kondisi udara terasa panas - lembap," ucap Prakirawan BMKG Bandung Edi Wibowo, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga
  • WNA Asal Afrika Selatan Tewas di Kamar Apartemen Jardin Bandung, Jenazah Ditemukan Sudah Bau
  • Wali Kota Bandung Kesal Pembangunan BRT Bikin Macet
  • Wali Kota Bandung akan Pinjam Uang karena Khawatir APBD Defisit, Bagaimana Gaji ASN?
Ia melanjutkan suhu maksimum di Kota Bandung tercatat mencapai 32 derajat celcius. Sedangkan terkait adanya hujan di beberapa wilayah, Edi mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor lokal dan belum menuju peralihan musim hujan.

Edi mengatakan beberapa hari ke depan terdapat dinamika atmosfer yang diprakirakan masih mendukung suplai uap air serta pertumbuhan awan konvektif secara lokal di sebagian wilayah Jawa Barat termasuk Bandung dan sekitarnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Suhu muka laut yang masih relatif hangat di sebagian perairan Indonesia, gelombang Kelvin diprakirakan aktif di wilayah Jawa Barat," ungkap dia.

Ia mengimbau masyarakat waspada termasuk di musim kemarau ini. Edi mengimbau masyarakat tidak membakar apa pun selama musim kemarau yang berpotensi menciptakan kebakaran lahan atau lainnya.

Selain itu, antisipasi harus dilakukan menghadapi kekeringan di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat sendiri mengungkapkan 400 lebih kecamatan di Jawa Barat mengalami kekeringan di musim kemarau. Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan upaya penyaluran air bersih kepada masyarakat dan untuk pertanian terus dilakukan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Membangun Ekosistem Investasi Tol yang Sehat
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Pilrek UNM, Ketua IKA Nurdin Halid Tekankan Tak Ada Dikotomi Alumni dan Non Alumni
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Kasus 2,6 Ton Sabu Cair di Kepri: Bakal Diproduksi Jadi 2 Juta Cartridge Vape
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Netflix Garap Dokumenter Perjalanan Hidup dan Karier Jessica Simpson
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro gagalkan peredaran 108,23 gram tembakau sintetis di Depok
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.