BNN bersama Bea Cukai dan Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan kapal berbendera Tanzania yang diduga membawa 2,6 ton sabu cair di perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi capaian tim gabungan tersebut tapi minta agar jaringannya dikejar.
"Komisi III mengapresiasi kinerja luar biasa dari BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepri yang berhasil menggagalkan masuknya sabu ke Indonesia," kata Sahroni dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Meski begitu, dia tidak mau penegak hukum berhenti pada pengejaran kapal dan para awak yang membawa barang haram tersebut. Ia meminta agar jaringn narkoba tersebut di dalam negeri dikejar.
"Namun walau temuannya sudah besar, operasi ini jangan berhenti di kapal dan para awaknya saja, itu tidak cukup. Harus dikejar siapa yang memesan, siapa yang menadah, dan siapa bandar besar di dalam negeri yang akan mendistribusikan jutaan ton barang haram ini. Aliran dananya juga harus ditelusuri, jerat dengan TPPU, agar pemberantasannya total," ujar Sahroni.
Lebih lanjut, Sahroni turut meminta BNN dan Polri melalui Polair, turut memperketat pengawasan di wilayah perairan Indonesia. Hal tersebut lantaran maraknya barang ilegal yang masuk melalui jalur laut.
"Selain itu, pengawasan di jalur laut harus terus diperketat, terutama oleh Polair dan BNN. Jangan lengah sedikitpun. Karena kita tahu banyak narkoba dan barang ilegal lainnya masuk lewat jalur laut ilegal dari luar negeri. Laut kita harus terus di-sweeping dan diawasi secara intens, jangan sampai barang haram lolos masuk dan akhirnya merusak generasi muda kita," tegasnya.
(maa/maa)





