Mukhlis Ramlan Desak KPK Investigasi Penerimaan Mahasiswa di Semua Kampus

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat hukum dan kebijakan publik Mukhlis Ramlan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar praktik dugaan suap penerimaan mahasiswa baru seperti di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), di perguruan tinggi lain.

Mukhlis menilai OTT KPK yang mengamankan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan sejumlah pejabat kampus menunjukkan masih adanya celah korupsi dalam sistem penerimaan mahasiswa baru, terutama pada program studi kedokteran.

BACA JUGA: Kasus Rektor Unsoed, Ada Peran Guru, Sebegini Tarif Mahasiswa Baru

"Jangan berhenti di Unsoed. KPK harus investigasi seluruh kampus," kata Mukhlis Ramlan, Jumat (21/8).

Menurut Mukhlis, dugaan praktik transaksional dalam penerimaan mahasiswa tidak semestinya dipandang sebagai persoalan internal satu perguruan tinggi.

BACA JUGA: Mahasiswa Gentaskin Bertahan di Lokasi KKN Demi Bantu Korban Gempa di Desa Sisir

Dia menduga pola serupa berpotensi terjadi di kampus lain apabila sistem pengawasan tidak diperkuat.

"Tertangkapnya Rektor Unsoed membuktikan bahwa celah korupsi dalam sistem penerimaan mahasiswa baru, khususnya di Fakultas Kedokteran yang berbiaya tinggi, masih sangat menganga," tuturnya.

BACA JUGA: Penjelasan Lengkap KPK soal Kelakuan Rektor Unsoed, Keponakan Menyasar Jalur Mandiri

Mukhlis meminta KPK bersama kementerian terkait melakukan audit dan evaluasi terhadap mekanisme penerimaan mahasiswa, khususnya jalur mandiri yang dinilainya membutuhkan pengawasan lebih ketat.

Dia menyoroti pentingnya transparansi dalam penentuan kuota, mekanisme seleksi, hingga penggunaan dana yang berkaitan dengan penerimaan mahasiswa.

"Patut diduga pola manipulasi dan komersialisasi kuota pendidikan tidak hanya terjadi di satu kampus," katanya.

Menurut Mukhlis, perkara Unsoed harus menjadi momentum untuk membenahi sistem penerimaan mahasiswa nasional.

"Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang mengedepankan merit, bukan tempat memperjualbelikan kesempatan pendidikan," ujarnya.

KPK sebelumnya melakukan OTT di lingkungan Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah, pada Kamis (20/8/2026). Sebanyak 14 orang diamankan, terdiri atas 12 orang di Purwokerto dan dua lainnya di Jakarta.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan uang dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

"Ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran," ujar Budi. (kkp/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ahli Pidana Patahkan Tudingan Prosedur Penyitaan Kasus Febrie Adriansyah
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Eks Direktur WALHI Soroti Karhutla-Kabut Asap Kalimantan: Artinya Pemerintah Lalai dan Gagal
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Pesawat Carteran Jatuh di Dekat Fasilitas Radar Alaska, 8 Orang Tewas
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Investigasi Karhutla di Kalimantan, Kapolri: Kita Sudah Amankan Sejumlah Pihak
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
BMKG Lanjutkan Survei Pascagempa Flores untuk Memperkuat Mitigasi Risiko di NTT
• 39 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.