Jakarta: Majelis Nurul Musthofa bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar kegiatan Jakarta Bersholawat di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini akan diisi doa bersama untuk bangsa, sekaligus menjadi momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menilai Jakarta Bersholawat bukan hanya ajang spiritual, tetapi juga ruang kebersamaan yang mencerminkan wajah Ibu Kota sebagai kota yang damai dan penuh toleransi.
"Selamat dan sukses untuk Jakarta Bersholawat bersama Majelis Nurul Musthofa dan para alim ulama. Mari bersama-sama menyambut Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, serta tunjukkan bahwa Jakarta adalah kota yang aman, nyaman, tenteram, dan damai bagi semua," ujar Pramono dalam siaran pers, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Ribuan jemaah diperkirakan mengikuti Jakarta Bersholawat. Acara juga akan dihadiri para alim ulama, habaib serta para tokoh masyarakat.
Baca Juga :
Pramono Instruksikan Pedagang Pasar Kramat Jati Pindah ke Dalam"Ini adalah momen yang baik untuk kita berdoa bersama, karena bulan ini adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW," jelas Syakir.
Jemaah Majelis Nurul Musthofa. Istimewa.
Putra Pembina Majelis Nurul Musthofa, Habib Athos bin Hasan Assegaf, mengajak jemaah hadir meramaikan kegiatan ini. Ia mengatakan, Jakarta Bersholawat jadi momentum berdoa bersama untuk sejumlah daerah Indonesia yang sedang dilanda bencana.
"Bulan lahirnya Nabi Muhammad adalah momen tepat kita untuk meminta kepada Allah, agar negeri kita terhindar dari bala bencana," tutur dia.
Jakarta Bersholawat akan dimulai pukul 18.00 WIB diawali salat magrib berjamaah dan dilanjutkan zikir bersama. Beberapa tokoh dan ulama dijadwalkan hadir, seperti Habib Jindan Bin Novel bin Jindan, Habib ali Alhabsy Kwitang, Habib Ahmad bin Ali Assegaf serta gubernur Jakarta Pramono Anung.
Majelis Nurul Musthofa merupakan wadah syiar islam pemuda Jakarta yang dikenal luas sejak 1996. Kegiatan Jakarta Bersholawat ini diharapkan dapat menjadi simbol kebersamaan umat, sekaligus memperkuat nilai religiusitas dan persaudaraan di tengah masyarakat Ibu Kota.




