Gempa M5,8 Guncang Banten, Tak Berpotensi Tsunami

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi gempa (Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)

Jakarta, CNBC Indonesia — Wilayah Pandeglang, Banten diguncang gempa bumi tektonik dengan magnitudo M5,8 pada Sabtu (22/8/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa terjadi pada pukul 00:41:43 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa memiliki parameter update dengan magnitudo M5,8 pada kedalaman 10 kilometer.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,73° Lintang Selatan (LS) dan 104,33° Bujur Timur (BT). Lokasi tersebut berada di laut, pada jarak 182 kilometer arah barat daya Sumur, Pandeglang, Banten.


Hasil pemodelan tsunami BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyebut gempa merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa bumi dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Cimanggu, Pandeglang; Sumur, Pandeglang; dan Cibitung, Pandeglang.

Baca: Gempa Megathrust Picu Tsunami 40 Meter Dikira 3 Meter, 18.500 Tewas

Skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa seperti getaran seakan-akan truk berlalu.

Hingga pukul 01:00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

BMKG menyatakan akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.

Informasi resmi terkait gempa bumi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, website BMKG, InaTEWS BMKG, Mobile Apps infobmkg, atau WRS-BMKG.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:
Update Gempa M 7,4 Kolombia, 224 Orang Tewas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bima Arya Minta Pembangunan Daerah Tak Abaikan Masyarakat Adat dan Alam
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
[Foto] Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu Lidi Bernilai Ekonomi
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kasus Korupsi MBG, 7 Saksi Dicecar Kejagung
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Peruri Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Flores
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
3 Klaster Kasus Rektor Unsoed: Ada yang Bayar Rp 650 Juta Masuk FK, tapi Ketolak
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.