Grid.ID - Seorang seniman ketoprak Sarjiyono alias Mbethut meninggal mendadak saat pentas di Bantul, Yogyakarta. Mbethut tetiba ambruk hingga tak sadarkan diri di tengah-tengah pentas.
Video detik-detik meninggalnya seniman ketroprak itu sempat viral di media sosial. Banyak yang ikut berduka hingga bertanya-tanya terkait penyebab meninggalnya sang seniman tersebut.
Lantas bagaimana kronologi seniman ketroprak meninggal mendadak saat pentas di Bantul tersebut? Simak penjelasannya.
Kronologi Seniman Ketoprak Meninggal Mendadak saat Pentas di Bantul
Diketahui, seniman ketoprak bernama Sarjiyono alias Mbethut meninggal dunia saat pentas di RT 3, Padukuhan Petung, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/8/2026) malam.
Melansir dari Youtube TribunJogja OFC, detik-detik meninggalnya seniman ketoprak itu terjadi saat Mbethut tengah mengikuti pentas ketoprak Karya Budaya dengan lakon “Ontran-Ontran Kademangan Dadapan”. Dalam pertunjukan itu, korban berperan sebagai panjak.
Awalnya, pentas berjalan lamcar tanpa kendala apapun. Namun, situasi kemudian berubah ketika pertunjukan memasuki adegan gandrung.
Korban sempat memeluk lawan main sebagai bagian dari adegan. Namun, tak lama kemudian Mbethut tiba-tiba ambruk di atas panggung.
Saat itu, lawan main tak menyadari kondisi darurat tersebut. Ia mengira korban sedang akting. Setelah tahu ada hal tak beres, lawan main kemudian berusaha membangunkan korban. Saat itu diketahui korban sudah tidak memberikan respons dan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit.
Kabar itu dibenarkan oleh Ketua Paguyuban Karya Budaya, Tulus Wahono Petung. Tulus tak menyangka sahabatnya tutup usia saat pementasan tersebut.
Tulus menyebut Mbethut dalam kondisi sehat sebelum meninggal. Almarhum bahkan sempat menjadi penanggung jawab acara. Kendati begitu, almarhum memang memiliki riwayat jantung. Mbethut sempat diopname di rumah sakit sekitar dua bulan lalu.
"Almarhum ini punya riwayat penyakit jantung. Tetapi, saat pementasan kemarin juga tidak disangka karena kondisinya terlihat sehat. Sempat bercanda juga pas lagi ganti baju. Memang, dengar-dengar dua bulan yang lalu pernah opname di rumah sakit," ucapnya dilansir Tribunjogja.com, Sabtu (22/8/2026).
Meski begitu, ada rekannya yang sempat menaruh firasat karena gaya bicara Mbethut tak seperti biasanya. Mbethut juga sempat berbicara tidak jelas.
"Almarhum tidak ada titip pesan. Saya cuma tahu Pak Mbethut itu minta ke Pak dalang untuk dua kali tampil pas pentas digelar. Seharusnya kan dia hanya tampil pas adegan satu kali gandrung," jelas Tulus.
Namun begitu, saat pentas dimulai dan satu kali tampil ternyata Mbethut mendadak terjatuh. Mbethut lantas dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping karena saat itu masih bernapas.
"Waktu itu kan pentas untuk gelaran 17 Agustusan. Acara itu saya lupa mulai jam 20.00 WIB atau 21.30 WIB. Tapi yang jelas pentas ketoprak malam dan sampai jam 02.30 WIB. Jadi, waktu itu pentas sempat dilanjutkan sampai selesai," ujar dia.
Setelah dilarikan ke RS, Mbethut dinyatakan meninggal dunia saat di rumah sakit pada Rabu (19/8/2026) pukul 00.34 WIB. Mbethut tutup usia 62 tahun dan jenazah dikebumikan di Makam Donoloyo, Padukuhan Ngrame, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan pada siang hari atau pukul 14.00 WIB.
"Memang almarhum itu tinggalnya di Ngrame. Tapi, saya baru saya kali ke sana pas ngelayat Pak Mbethut. Pak Mbethut itu pemain ketoprak sudah lama. Beliau orang baik," jelas Tulus.
Tulus menyebut Mbethut adalah sosok yang rekan kerja yang baik dan cinta dengan kesenian. Oleh karena itu, Tulus merasa sangat kehilangan sosok Mbethut.
"Apalagi dia tu sering wira wiri sama saya. Sering ngobrol dan guyon-guyon sama saya juga. Jadi, sampai sekarang ini saya masih ingat waktu dia pingsan di hari kejadian dan bercanda bersama saya," tandas dia.
Demikianlah kronologi seniman ketropak meninggal mendadak saat pentas di Bantul. (*)
Artikel Asli




