PLN Manfaatkan Residu Pertanian di Desa Jadi Biomassa untuk Pembangkit

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mengembangkan potensi biomassa di desa dan daerah tertinggal.

Kolaborasi ini membuka peluang bagi Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan masyarakat memanfaatkan residu pertanian dan perkebunan menjadi biomassa bagi pembangkit listrik, sekaligus menciptakan sumber ekonomi baru di pedesaan. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transisi energi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT, Tabrani, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan memberdayakan masyarakat desa, sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

"Kita ketahui bahwa 75.262 desa memiliki banyak potensi untuk memenuhi kebutuhan energi yang dibutuhkan oleh PLN EPI dalam bentuk biomassa," kata Tabrani dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8).

Menurutnya, potensi tersebut dapat dikembangkan baik melalui BUM Desa maupun lembaga ekonomi desa lainnya. Sehingga aktivitas ekonomi desa tidak berhenti pada produksi komoditas pertanian, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari rantai pasok energi nasional.

"Target kita, sepanjang di situ ada PLN EPI, mudah-mudahan kita akan bisa bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan itu. Dan itu sudah dimulai pada tahun 2026 ini," ujarnya.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan pelibatan masyarakat desa dalam rantai pasok biomassa telah berjalan melalui penyediaan biomassa untuk 52 titik PLTU di seluruh Indonesia. PKS ini diharapkan memperluas keterlibatan BUM Desa melalui kemitraan yang lebih terstruktur.

"Hampir semua pasokan biomassa yang sudah kita deploy di 52 titik pembangkit tenaga uap kita di seluruh Indonesia itu membuka celah untuk keterlibatan masyarakat desa secara langsung," kata Hokkop.

Hokkop mengatakan kerja sama dengan Kemendes PDT dapat menjadi pintu masuk bagi BUM Desa untuk membangun kemitraan dengan PLN EPI. Kemitraan tersebut tidak hanya sebatas memasok biomassa, tetapi juga dapat dikembangkan dalam bentuk investasi bersama.

Ia menjelaskan BUM Desa tidak hanya berpeluang menjadi pemasok biomassa, tetapi juga dapat bermitra dengan PLN EPI dalam membangun fasilitas produksi maupun hub biomassa untuk memenuhi kebutuhan program co-firing pembangkit PLN.

Menurut Hokkop, Indonesia memiliki sekitar 200 juta ton residu agro setiap tahun dan sekitar 80 juta ton di antaranya berpotensi dimanfaatkan sebagai biomassa. Saat ini sekitar 12 juta ton dimanfaatkan sektor industri, 8–10 juta ton diekspor, sedangkan PLN memanfaatkan sekitar 2,5 juta ton untuk kebutuhan co-firing pembangkit.

PLN EPI menargetkan pemanfaatan biomassa meningkat menjadi 10 juta ton per tahun pada 2030, sehingga membuka peluang optimalisasi sekitar 60 juta ton potensi biomassa yang selama ini belum termanfaatkan.

"Semakin meningkat pertanian dan industri pertanian di Indonesia, maka biomassa juga akan semakin meningkat. Kepentingan untuk mengganti molekul-molekul fosil ke tubuh pembangkit kita itu juga makin mudah kita dapatkan sampai angka 10 juta ton di tahun 2030," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gedung Bapenda Jakarta Kebakaran Lagi
• 20 jam laludetik.com
thumb
Ada Kecelakaan Truk dan Kontainer, KM 86-85 Tol Cipularang arah Jakarta Padat
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Bongkar Kasus! Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Orang Calon Pekerja Migran | BORGOL
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Update! Brigjen Hendro Cahyono Tinjau Logistik Gempa Nagekeo NTT, Bantuan Disalurkan | SAPA PAGI
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Dolar AS Terpuruk, Rupiah dan Mayoritas Mata Uang Asia Berpesta
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.