Petugas Polantas Akan Digantikan oleh Robot?

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemandangan futuristik nan unik kini menghiasi jalanan kota Hangzhou, China karena robot humanoid  setinggi manusia terpantau mulai bertugas membantu kepolisian setempat untuk mengatur lalu lintas dan menegur pengguna jalan yang melanggar aturan di sejumlah persimpangan.

Dilansir dari Reuters, robot canggih buatan perusahaan teknologi China, SUPCON, tersebut memiliki postur setinggi 1,88 meter dengan berat sekitar 98 kilogram.

Meski perawakannya menyerupai manusia, robot ini sengaja tidak dibekali senjata tajam, senjata api, maupun kewenangan yudisial untuk menangkap orang.

Tugas utamanya difokuskan pada pengawasan dan peringatan. Berbekal kamera beresolusi tinggi, sensor presisi, dan sistem kecerdasan buatan (AI) yang tertanam di dalamnya, robot polisi ini mampu mengenali berbagai jenis pelanggaran lalu lintas secara real-time.

Beberapa pelanggaran yang masuk dalam radar deteksi AI robot ini di antaranya adalah pengendara sepeda atau motor yang tak mengenakan helm, pengguna kendaraan yang melanggar marka jalan, hingga pejalan kaki yang nekat menerobos lampu lalu lintas.

Begitu mendeteksi adanya pelanggaran, sistem robot akan otomatis memancarkan peringatan verbal (teguran) kepada pelanggar di lokasi kejadian.

Desain humanoid (menyerupai manusia) pada robot ini rupanya bukan tanpa alasan. Bentuk tersebut dipilih agar robot dapat berdiri dan bekerja di lingkungan jalan raya secara berdampingan dengan petugas manusia (polisi lalu lintas/polantas).

Selain itu, postur manusiawi ini diklaim memudahkan robot berinteraksi dengan masyarakat dan beradaptasi dengan infrastruktur jalan raya yang sejak awal memang dirancang untuk manusia.

Terkait efektivitasnya, pihak pengembang SUPCON mengklaim bahwa uji coba awal (pilot project) menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan.

Menurut data perusahaan, kehadiran robot ini sukses menekan angka pelanggaran lalu lintas pada beberapa kategori sasaran hingga lebih dari 40 persen.

Kehadiran sosok ini di Hangzhou ini semakin menegaskan lompatan cepat industri robot humanoid di China.

Jika sebelumnya robot buatan Negeri Tirai Bambu lebih sering disorot karena kemampuan hiburan seperti menari, berlari, seni bela diri kungfu, hingga melakukan salto akrobatik kini fokus pengembangan mulai bergeser pada fungsionalitas dan kegunaan praktis di ruang publik. Akankah fungsi polantas akan tergantikan oleh robot?


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri-BNN Gagalkan Peredaran 2,6 Ton Sabu Cair, Sahroni: Kejar Jaringannya!
• 16 jam laludetik.com
thumb
DIRUI dan PDS PatKLIn Dorong Mutu Laboratorium Klinik di Sulsel
• 4 jam laluharianfajar
thumb
BNPB sebut jumlah korban meninggal akibat gempa NTT capai 83 jiwa
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Indonesia lolos ke Piala Dunia Esport FIFA 2026
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Daftar Pemain Asing Bhayangkara FC di BRI Super League 2026/2027, Ini 3 Sosok yang Paling Menonjol
• 10 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.