Jakarta (ANTARA) - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengagendakan pemberian penghargaan untuk pemerintah daerah dengan nilai Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) tertinggi pada 29 Agustus 2026.
Sekretaris Jenderal PII Teguh Haryono mengatakan pemberian penghargaan tersebut dilakukan setelah pihaknya berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri dalam pengukuran IKD yang menilai praktik keinsinyuran pada pembangunan daerah.
“Kolaborasi PII dengan Kemendagri ini dimaksudkan untuk meningkatkan peran dan keterlibatan insiniyur bagi pemerintah daerah dalam perencanaan, pengawasan, dan keberlanjutan pembangunan daerah,” kata Teguh dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: PII dorong insinyur Indonesia bantu perencanaan bangunan tahan gempa
Selain itu, dia mengatakan agenda tersebut menjadi rangkaian penyelenggaraan Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) atau Konferensi Insinyur se-Asia Tenggara ke-44.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pengukuran IKD Handoko mengatakan instrumen pengukuran yang telah digunakan di antaranya adalah menilai penerapan standar mutu, kapasitas inovasi, serta kebijakan praktik keinsinyuran dalam penyelenggaraan pembangunan di daerah.
“Terdapat lima komponen utama dan dua komponen pendukung dalam melakukan pengukuran IKD, seperti yang sudah disepakati antara PII dengan Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri,” katanya.
Ia berharap pengukuran tersebut dapat mendorong pemda agar memanfaatkan profesi insinyur secara optimal, terutama untuk meminimalkan risiko kegagalan bangunan dan meningkatkan daya saing.
“Nantinya pemerintah daerah dapat menjamin kualitas dan keamanan infrastruktur dan teknologi sehingga dalam melakukan pembangunan daerah, mereka dapat menggunakan anggaran seefisien mungkin dan melakukan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: PII komit tingkatkan pelayanan sertifikasi insinyur
Baca juga: PII undang Presiden Prabowo untuk hadiri Konferensi Insinyur se-ASEAN
Sekretaris Jenderal PII Teguh Haryono mengatakan pemberian penghargaan tersebut dilakukan setelah pihaknya berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri dalam pengukuran IKD yang menilai praktik keinsinyuran pada pembangunan daerah.
“Kolaborasi PII dengan Kemendagri ini dimaksudkan untuk meningkatkan peran dan keterlibatan insiniyur bagi pemerintah daerah dalam perencanaan, pengawasan, dan keberlanjutan pembangunan daerah,” kata Teguh dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: PII dorong insinyur Indonesia bantu perencanaan bangunan tahan gempa
Selain itu, dia mengatakan agenda tersebut menjadi rangkaian penyelenggaraan Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) atau Konferensi Insinyur se-Asia Tenggara ke-44.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pengukuran IKD Handoko mengatakan instrumen pengukuran yang telah digunakan di antaranya adalah menilai penerapan standar mutu, kapasitas inovasi, serta kebijakan praktik keinsinyuran dalam penyelenggaraan pembangunan di daerah.
“Terdapat lima komponen utama dan dua komponen pendukung dalam melakukan pengukuran IKD, seperti yang sudah disepakati antara PII dengan Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri,” katanya.
Ia berharap pengukuran tersebut dapat mendorong pemda agar memanfaatkan profesi insinyur secara optimal, terutama untuk meminimalkan risiko kegagalan bangunan dan meningkatkan daya saing.
“Nantinya pemerintah daerah dapat menjamin kualitas dan keamanan infrastruktur dan teknologi sehingga dalam melakukan pembangunan daerah, mereka dapat menggunakan anggaran seefisien mungkin dan melakukan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: PII komit tingkatkan pelayanan sertifikasi insinyur
Baca juga: PII undang Presiden Prabowo untuk hadiri Konferensi Insinyur se-ASEAN





