Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan pemulihan infrastruktur di berbagai wilayah terdampak bencana, mulai dari Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Sumatera.
Fokus utama Dody adalah pembukaan akses jalan dan pemulihan layanan air bersih sejak fase awal tanggap darurat.
Langkah nyata terlihat saat penanganan pasca-gempa magnitudo 7,7 di Flores pada Agustus 2026.
Dody meminta pemerintah daerah segera memberikan data titik kerusakan agar tim teknis dan alat berat dapat langsung bekerja tanpa menunggu pendataan tuntas secara keseluruhan.
“Kami hadir pada setiap bencana, karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kita harus bangkit. Jadi saya mohon diberikan data lengkapnya, titik-titiknya. Sehingga kami bisa menurunkan tim segera, bisa berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, bisa langsung mengecek satu per satu dan langsung bekerja,” tegas Dody dikutip Sabtu (22/8).
Hingga pertengahan Agustus 2026, sembilan ruas jalan nasional di Trans Flores telah kembali fungsional.
Selain jalan, Kementerian PU bergerak cepat memperbaiki Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Ende dan menyediakan tandon air di Pulau Palue, serta memeriksa keamanan fasilitas publik seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan.
Pola penanganan serupa sebelumnya telah sukses diterapkan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pasca-bencana akhir 2025.
Hingga 20 Agustus 2026, hampir seluruh jalan, jembatan, dan sarana air bersih di tiga provinsi tersebut telah pulih.
Selain rehabilitasi, Menteri PU juga menekankan pentingnya mitigasi jangka panjang, salah satunya melalui pembangunan 56 sabo dam di kawasan Gunung Marapi, Sumatera Barat, yang direncanakan rampung secara bertahap hingga 2029 untuk mengurangi risiko dampak bencana di masa depan. (dpi)




