Kemdiktisaintek gandeng I4 perkuat kolaborasi riset ilmuwan diaspora

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) mendorong penguatan peran ilmuwan diaspora Indonesia dalam ekosistem riset dan pendidikan tinggi nasional melalui kolaborasi terstruktur dengan perguruan tinggi di Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto melalui keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, menyebutkan terdapat berbagai peluang untuk mengoptimalkan kepakaran, jejaring, dan pengalaman internasional ilmuwan Indonesia di luar negeri agar dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi di Indonesia.

Sejumlah peluang kolaborasi tersebut adalah pengembangan skema kolaborasi terstruktur yang memungkinkan ilmuwan asal Indonesia di luar negeri untuk terlibat langsung dalam kegiatan akademik, pengajaran, dan riset di perguruan tinggi atau lembaga riset dalam negeri (cross-assignment); serta skema resmi yang memungkinkan peneliti atau akademisi Indonesia di luar negeri untuk terikat secara institusional pada perguruan tinggi atau lembaga riset di Indonesia sekaligus di negara tempat mereka bekerja (double affiliation), di antara diaspora dengan perguruan tinggi di Indonesia.

"Skema tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi diaspora untuk terlibat secara lebih langsung dalam kegiatan akademik dan riset, termasuk membangun research group, melakukan pendampingan, serta mengembangkan kolaborasi dengan peneliti dan dosen di perguruan tinggi Indonesia," kata Menteri Brian.

Baca juga: Kemdiktisaintek gandeng Bappenas siapkan talenta kerja RI mengglobal

Sementara itu, Ketua Umum I4 Hendro Wicaksono menyampaikan bahwa rencana untuk mengembangkan skema kolaborasi yang lebih terstruktur dengan melibatkan diaspora berdasarkan bidang keahlian dan kebutuhan strategis.

Pengelompokan keahlian tersebut antara lain mencakup bidang kecerdasan artifisial (AI), health and life sciences, teknologi dan material, bisnis, serta ilmu sosial dan kebijakan.

"I4 ingin menjadi jembatan yang menghubungkan diaspora ilmuwan Indonesia dengan ekosistem riset nasional. Melalui skema program-program ini, kami berharap kontribusi diaspora dapat berlangsung lebih berkelanjutan, bukan hanya melalui forum atau kegiatan tahunan," ujar Hendro.

Hendro berharap kolaborasi ini dapat mendukung peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah Indonesia.

Baca juga: Kemdiktisaintek perkuat transformasi kampus guna capai Indonesia Emas

Menurut dia, keterlibatan diaspora yang memiliki pengalaman di berbagai institusi riset dan perguruan tinggi dunia dapat diarahkan untuk memperkuat jejaring penelitian, membangun kelompok riset, serta membuka akses kolaborasi internasional bagi peneliti dan mahasiswa di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kedaulatan Energi Jadi Pesan Pertamina di HUT RI
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
BNPB: Pengungsi Gempa di NTT Makin Bertambah Jadi 150.576 Orang
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Anda Harus Tahu: Ikan Purba yang Dikira Punah Ditemukan di Sulawesi
• 17 jam lalucelebesmedia.id
thumb
BHS Lepas Kapal Plus 12 Truk Bantuan ke Korban Gempa NTT
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
YARI dan Kemensos Salurkan Bantuan, 10 KK Korban Kebakaran Tamalanrea Terima Santunan
• 10 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.