Dampak Kemarau di Indramayu, 10.670 Hektare Sawah Puso, Harga Gabah Melambung di Atas HPP

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Musim kemarau telah menimbulkan gagal panen (puso) pada ribuan hektare tanaman padi di Kabupaten Indramayu. Hal itupun memicu naiknya harga gabah pada areal yang berhasil panen pada musim gadu (kemarau) kali ini.

Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, menyebutkan, luas areal tanaman padi yang mengalami puso pada musim gadu tahun ini mencapai 10.670 hektare. Kondisi itu tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Kroya, Gabuswetan, Terisi, Patrol dan Balongan.

Baca Juga
  • 71,48 Hektare Sawah di Brebes dan Rembang Gagal Panen karena Kekeringan
  • Jateng Kekeringan, Gubernur Luthfi Harap Target Produksi Padi tak Meleset
  • Satu Juta Warga Jabar Terdampak Kekeringan, BPBD Kirim Bantuan 27 Juta Liter Air
“Umur tanaman padi yang mati itu sekitar 30 hari setelah tanam,” kata Sutatang, Jumat (16/10/2026).

Akibatnya, lanjut Sutatang, para petani yang tanamannya mengalami puso itu mengalami kerugian yang besar. Pasalnya, mereka sudah mengeluarkan biaya sejak awal musim tanam mulai dari pengolahan tanah, pembibitan, persemaian hingga pemupukan pertama.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Menurutnya, areal tanaman padi yang puso itu sumber airnya berasal dari Waduk Jatiluhur dan Bendung Cipanas. Saat tanaman padi membutuhkan air, pasokan air dari sumber tersebut justru minim hingga akhirnya menyebabkan puso.

Untuk Waduk Cipanas, saat itu penyebabnya adalah belum optimalnya infrastruktur saluran air yang menuju persawahan. Namun sekarang, saluran tersebut dikabarkan sudah normal. 

“Insya Allah (pasokan air dari Waduk Cipanas) ke depannya aman,” ucap Sutatang.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DKI Jakarta diperkirakan berawan hingga cerah berawan pada Senin
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Korupsi Keji Dana Penanganan Bencana
• 46 menit lalukompas.tv
thumb
Hasil Leeds Vs MU: The Peacocks Paksa The Red Devils Berbagi Angka
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Sebut Semangat Rekonsiliasi Dilanggar, Kiai & Ulama PPP Minta Mardiono Dievaluasi
• 56 menit lalujpnn.com
thumb
Tawuran Manggarai Sisakan Kerugian, Lapak Pedagang Rusak dan Barang Hilang
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.