jpnn.com, JAKARTA - First Care mengajak perempuan memahami perubahan hormon pada fase perimenopause, menopause, hingga pascamenopause sebagai bagian alami dari perjalanan hidup yang dapat dijalani dengan sehat dan percaya diri.
dr. Dinda Derdameisya dokter spesialis obstetri dan ginekologi (OB/GYN) menyoroti pentingnya pemahaman mengenai transisi hormon pada perempuan paruh baya, termasuk cara mengenali perubahan yang terjadi serta pilihan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
BACA JUGA: Mowilex Naturalle Ajak Orang Tua Lebih Mindful Lewat Kampanye First Space, First Care
Dalam diskusi festival kesehatan wanita Rise & Bloom, dr. Dinda menekankan pentingnya membicarakan fase perimenopause dan menopause secara lebih terbuka.
Meski merupakan bagian alami dari proses penuaan, perubahan hormon pada fase ini dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan dan kualitas hidup perempuan.
BACA JUGA: Perluas Penjaminan Kredit di Ekosistem Perbankan Digital, Jamkrindo Gandeng Hibank
Karena itu, edukasi yang tepat serta pendampingan tenaga medis yang kompeten menjadi bagian penting agar perempuan dapat memahami perubahan tubuhnya dan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.
Gadiza Fauzi, CEO First Care Clinic menuturkan partisipasi dalam Rise & Bloom menjadi bagian dari upaya First Care memperkenalkan layanan kesehatan perempuan, khususnya pendampingan pada fase perimenopause dan menopause, di First Care – Panglima Polim, Jakarta Selatan.
BACA JUGA: BSI International Expo 2026: Hadirkan 426 Tenant, Saatnya Brand Lokal Mendunia
Klinik ini menghadirkan layanan yang didukung tenaga medis dengan kompetensi di bidangnya.
Kombinasi layanan tersebut memungkinkan pasien berkonsultasi mengenai perubahan hormon dan berbagai keluhan yang menyertai masa transisi, sekaligus mendiskusikan pilihan perawatan yang relevan berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing.
Fasilitas dan layanan pendukung yang tersedia meliputi konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium darah, ultrasonografi (USG), pemberian suplemen sesuai indikasi, serta Terapi Penggantian Hormon (Hormone Replacement Therapy/HRT) atau Menopausal Hormone Therapy (MHT) berdasarkan evaluasi dan kebutuhan individual pasien.
Terapi hormon dapat menjadi salah satu pilihan penanganan bagi perempuan dengan keluhan menopause tertentu.
Selain dukungan tenaga medis, First Care bekerja sama dengan Magnolia Collective untuk menghadirkan pendampingan melalui seorang navigator.
Peran ini diharapkan membantu pasien memahami tahapan perawatan, memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan menjalani proses konsultasi dengan lebih terarah.
First Care ingin mendorong semakin banyak perempuan untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai menopause dan perimenopause.
Pemahaman yang baik diharapkan bisa membantu mengurangi stigma seputar perubahan hormon yang kerap dianggap sebagai topik sensitif atau jarang dibicarakan.
Dengan dukungan dokter OB/GYN, dokter akupunktur medik, serta layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, First Care – Panglima Polim, Jakarta Selatan, berupaya menjadi salah satu pilihan layanan kesehatan bagi perempuan yang membutuhkan pendampingan selama masa transisi hormonal.(chi/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yessy Artada




