Sekjen PBB Kenang Empat Penjaga Perdamaian Indonesia yang Gugur di Lebanon

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Sentul: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengenang serta memberikan penghormatan kepada empat personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur di Lebanon pada akhir Maret lalu.

Ia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Pernyataan tersebut disampaikan Guterres saat memberikan sambutan kepada pasukan penjaga perdamaian di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 19 Oktober 2026.

Dalam kunjungannya, Guterres meletakkan karangan bunga untuk menghormati empat personel Indonesia yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

“Pengabdian dan pengorbanan mereka tidak akan pernah dilupakan. Tidak seorang pun seharusnya kehilangan nyawa saat mengabdi demi perdamaian,” ujar Guterres.

Ia menegaskan, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Menurut dia, pelanggaran tersebut harus dipertanggungjawabkan.

Guterres juga menyatakan akan terus menyerukan kepada negara-negara anggota PBB agar memenuhi kewajiban mereka untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB setiap saat. Apresiasi untuk Indonesia Dalam sambutannya, Guterres mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Ia menyebut Indonesia sebagai negara penyumbang personel terbesar keenam di dunia untuk misi tersebut.

“Helm Biru PBB adalah sumber harapan di sejumlah tempat paling bergejolak di dunia. Bagi saya, mereka juga merupakan sumber kebanggaan yang luar biasa,” kata Guterres.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap operasi pemeliharaan perdamaian PBB selama bertahun-tahun, termasuk peran Indonesia sebagai salah satu tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri tentang Pemeliharaan Perdamaian tahun depan bersama Belanda.

Saat ini, hampir 2.000 personel berseragam Indonesia, baik perempuan maupun laki-laki, bertugas sebagai penjaga perdamaian dalam tujuh misi di seluruh dunia. Salah satunya adalah misi di Republik Afrika Tengah yang akan segera diikuti oleh personel Indonesia.

Guterres mengatakan PBB mengandalkan dedikasi dan profesionalisme sekitar 50.000 personel penjaga perdamaian yang bertugas di berbagai wilayah dunia.

Menurut dia, para penjaga perdamaian menjalankan tugas di lingkungan berbahaya, jauh dari keluarga dan negara asal mereka. Mereka berperan meredakan ketegangan di antara pihak-pihak yang bermusuhan, mengawasi penyaluran bantuan penting, serta melindungi warga sipil.

Pasukan penjaga perdamaian juga membantu menciptakan ruang bagi solusi politik agar dapat berkembang dan membuka jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Baca juga: PBB Anugerahkan Dag Hammarskjöld Medal kepada Peacekeepers Indonesia yang Gugur saat Tugas


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Mencegah Anak Menjadi Pelaku Bullying
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Polda Bali Tangkap 29 Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, Sita 753 Liter
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov DKI Aktifkan 179 Alat Kabut Air di 145 Gedung Meski Asap Karhutla Jakarta Mulai Berkurang
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Sebut Semangat Rekonsiliasi Dilanggar, Kiai & Ulama PPP Minta Mardiono Dievaluasi
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lagi, Kali Ini di Nomor 50 Meter Gaya Bebas
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.