jpnn.com - Anggota Komisi III Muhammad Nasir Djamil mengaku prihatin mendengar kabar anggota Ditpoludara Bharatu LVVL tewas di tangan rekannya sendiri sesama anggota kepolisian.
"Komisi III DPR RI prihatin dan menyayangkan peristiwa itu terjadi, apalagi pelaku dan korban adalah anggota polisi," kata Nasir melalui layanan pesan, Senin (19/10).
BACA JUGA: Peristiwa Polisi Tembak Polisi Terjadi Mako Polairud Pondok Cabe Tangsel
Legislator fraksi PKS itu meminta penyidik tak tinggal diam dan harus mengusut kasus polisi tembak polisi demi mencegah peristiwa serupa terjadi ke depan.
"Meminta agar kasus ini diusut sampai tuntas, segera antisipasi agar perundungan seperti itu tidak terjadi lagi," ujarnya.
BACA JUGA: Putri Maya Ungkap Penyebab Irjen Purnawirawan Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia
Nasir Djamil juga meminta perlu dilakukan komunikasi yang positif antara senior dan junior agar tak terjadi peristiwa serupa ke depan.
"Membangun komunikasi yang sehat antara senior dan junior," ungkapnya.
BACA JUGA: Beda Jauh dari Lembaga Lain, Survei SMRC soal Elektabilitas Prabowo Dipertanyakan
Insiden polisi tembak rekannya terjadi di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/10) sekitar pukul 05.30 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pelaku anggota Polri berinisial AR telah diamankan.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya anggota Ditpoludara Bharatu LVVL dalam peristiwa penembakan tersebut,” kata Budi dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Budi menegaskan Polda Metro Jaya memastikan tersangka berinisial AR telah diamankan dan saat ini ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum.
“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” katanya.(Ast/JPNN)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




