Javier Tebas Memanaskan Perseteruan dengan Petinggi Real Madrid

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Presiden La Liga Javier Tebas memperpanjang konflik terbuka dengan manajemen Real Madrid setelah bentangan spanduk protes suporter muncul di Stadion Santiago Bernabeu pekan ini. Dikutip dari laporan Goal, perselisihan ini memuncak pascapertandingan melawan Sevilla ketika para pendukung melayangkan kritik tajam terhadap kepemimpinan liga. Tebas menilai aksi suporter tersebut membuktikan klaimnya terkait metode komunikasi yang diterapkan oleh jajaran direksi klub.

Ia menuding pihak klub kerap memanipulasi opini publik dan mengarahkan kemarahan pendukung kepada pihak tertentu. Perseteruan ini membuat hubungan antara otoritas Liga Spanyol dan jajaran direksi Real Madrid semakin memanas.

Tudingan Propaganda dan Tuntutan Pengunduran Diri

Konflik ini berawal dari pernyataan Tebas yang menyebut seorang jurnalis sebagai juru bicara resmi jajaran pimpinan Real Madrid. Otoritas liga tersebut bahkan menyamakan teknik komunikasi klub dengan metode propaganda era Jerman Nazi.

Tebas kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataannya hanya merujuk pada teknik komunikasi, bukan ideologi politik maupun pendukung klub. Seperti dikutip dari laporan Goal, ia menganggap fakta lapangan telah membuktikan kebenaran pandangannya tersebut.

“Hanya butuh waktu dua hari bagi fakta untuk membuktikan bahwa apa yang saya katakan itu benar,” tegas Tebas melalui akun media sosial pribadinya.

Manajemen Real Madrid membalas tuduhan tersebut dengan merilis pernyataan resmi yang menuntut Tebas segera mengundurkan diri. Pihak klub menilai komentar Tebas sangat tidak dapat ditoleransi dan menunjukkan ketidaknetralan seorang pimpinan lembaga.

Aksi Protes Suporter dan Ancaman Personal

Ketegangan meluap hingga ke tribune stadion saat laga melawan Sevilla berlangsung. Suporter membentangkan spanduk bertuliskan tuduhan yang mengaitkan Tebas dengan kasus Negreira, disertai nyanyian kritik yang menggemuruh di Santiago Bernabeu.

Tebas mempertanyakan apakah jajaran direksi klub akan mengabaikan protes tersebut sebagai pandangan suporter semata. Ia menilai manajemen klub memiliki kemampuan untuk mengarahkan kemarahan publik kepada individu tertentu.

Ia juga mengungkapkan ancaman yang pernah diterimanya dari pihak lawan terkait penggalangan opini publik. “Saya akan membalikkan seluruh pendukung Real Madrid untuk melawan Anda dan Anda tidak akan bisa keluar ke jalan,” ungkap Tebas menirukan ancaman tersebut.

Desakan Transparansi Jadwal Pertandingan

Eskalasi perselisihan berlanjut ketika Tebas mendesak manajemen klub membongkar seluruh data permohonan perubahan waktu pertandingan. Ia meminta klub memperjelas berapa banyak permohonan yang disetujui serta hubungannya dengan acara lain di Santiago Bernabeu.

“Jika Anda telah bertindak dengan niat baik, maka bantahlah kebohongan tersebut, jelaskan kebenarannya, dan tunjukkan seluruh datanya,” tulis Tebas menambahkan.

Tebas mengakhiri pernyataannya dengan tuduhan langsung terhadap kepemimpinan klub. “Jajaran direksi Real Madrid telah terbiasa dengan manipulasi dan kebohongan,” pungkas Tebas mengkritik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
360 Siswa SD dan MI Ikuti MilkLife Festival SenengMinton Kudus
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mendagri Serahkan Tugas Pengelolaan Perbatasan dan Daerah Terpencil ke Maruli Simanjuntak
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
6 Aktivitas Sederhana Mencegah Demensia Sejak Dini
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Munafri Gandeng Akademisi UI-Unhas Menuju Makassar Kota Global
• 4 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Bahlil kerahkan tujuh kapal BBM tambah cadangan jadi 15 hari di Bali
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.