Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir atau akrab disebut Tata dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan pentingnya solusi dua negara untuk mewujudkan perdamaian di Palestina.
Keduanya menyampaikan pernyataan itu saat pidato di acara Foreign Policy Circle Talks bertajuk "Eight Decades of the United Nations: What's Next?" di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (19/10).
Tata menyatakan, Indonesia akan terus mendukung Palestina dalam mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan berdasarkan solusi dua negara.
"Saya juga menegaskan kembali dukungan teguh Indonesia bagi Palestina, menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan berdasarkan solusi dua negara," ucap Tata.
Ia juga menekankan bahwa keadilan bagi rakyat Palestina merupakan kunci perdamaian.
"Perdamaian tanpa keadilan bagi Palestina bukanlah perdamaian, melainkan hanya jeda," tuturnya.
Sementara itu, Guterres menegaskan situasi di Gaza harus segera diakhiri. Ia meminta rencana perdamaian Gaza dilaksanakan sepenuhnya dan solusi dua negara tetap menjadi bagian dari upaya penyelesaian konflik.
"Dan di Gaza, mimpi buruk ini harus berakhir. Rencana perdamaian harus dilaksanakan sepenuhnya, dan kita tidak boleh membiarkan solusi dua negara lenyap di depan mata kita," terang Guterres.
Pada kesempatan itu, Guterres turut mengapresiasi Indonesia karena konsisten dalam membela hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.
"Saya memberikan penghormatan kepada Indonesia, yang selalu berada di garis depan dalam membela rakyat Palestina dan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri," pungkasnya.





