10 Tips Memilih Buku Referensi untuk Mahasiswa dan Dosen

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernah tidak, kamu beli buku kuliah dengan semangat tinggi, lalu ujung-ujungnya hanya dibuka sekali? Atau malah dosen bilang, "Buku itu kurang cocok untuk dijadikan rujukan." Rasanya bikin lemas, apalagi kalau uang jajan sudah terpotong lumayan banyak.

Masalahnya, di rak toko buku maupun di toko buku online, pilihannya banyak sekali. Judulnya mirip-mirip, sampulnya menarik semua, dan harganya beragam. Tanpa pegangan, kita gampang tergoda memilih buku yang kelihatannya bagus, padahal belum tentu cocok dengan kebutuhan kuliah.

Baca Juga
  • UMKM Binaan PT Astra International Bukukan Potensi Transaksi Rp104,9 Miliar di Trade Expo Indonesia
  • Imbas Dukung Palestina, Buku-Buku Karya Sally Rooney Ditarik di Inggris
  • Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Nah, di artikel ini kamu akan menemukan tips memilih buku referensi untuk mahasiswa yang bisa langsung dipraktikkan. Di bagian akhir, kita juga bahas kenapa Deepublish Store layak jadi salah satu tempat belanja buku referensi kuliahmu.

Apa Itu Buku Referensi?

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Buku referensi adalah buku yang memuat pembahasan mendalam pada satu bidang ilmu, dan biasanya dipakai untuk rujukan saat kamu mengerjakan tugas, makalah, atau skripsi. Di lingkungan perguruan tinggi, buku referensi umumnya ditulis oleh penulis yang kompeten di bidangnya, memiliki ISBN, dan diterbitkan oleh penerbit resmi atau badan ilmiah 

Jadi, buku referensi tidak selalu sama dengan buku ajar. Buku ajar disusun untuk menunjang satu mata kuliah secara runtut, sedangkan buku referensi lebih fokus membahas satu topik keilmuan secara mendalam dan kaya rujukan. Dalam praktiknya, mahasiswa memakai keduanya secara bergantian.

10 Tips Memilih Buku Referensi untuk Mahasiswa

Tips berikut disusun dari yang paling mendasar sampai yang berkaitan dengan tempat membeli. Kamu tidak harus menerapkan semuanya sekaligus, tetapi makin banyak yang terpenuhi, makin kecil peluang salah beli.

  1. Sesuaikan dengan Mata Kuliah dan RPS

Langkah pertama paling sederhana: lihat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) atau silabus mata kuliahmu. Di sana biasanya sudah tercantum daftar pustaka wajib dan pendukung dari dosen. Buku yang tercantum di RPS hampir pasti relevan dan aman dipakai sebagai rujukan tugas.

Kalau daftar di RPS terlalu panjang, tanya dosen mana yang paling sering dipakai di kelas. Dengan begitu kamu tidak perlu membeli semuanya. Sisanya bisa kamu pinjam dari perpustakaan kampus.

  1. Pahami Dulu Jenis Bukunya

Sebelum membeli, kenali dulu kamu butuh buku ajar, buku referensi, atau monograf. Buku ajar cocok untuk belajar dari dasar, sementara buku referensi dan monograf lebih pas untuk mendalami topik tertentu, misalnya saat menyusun kajian pustaka skripsi.

Banyak mahasiswa baru yang membeli buku referensi tebal padahal sebenarnya masih butuh pengantar dasar. Hasilnya, bukunya terasa berat dan sulit dipahami. Jadi, sesuaikan jenis buku dengan tahap belajarmu.

  1. Cek Kompetensi Penulisnya

Buku yang baik ditulis oleh orang yang menguasai bidangnya. Lihat bagian "Tentang Penulis": apakah ia dosen atau peneliti di bidang yang sama dengan isi buku? Ini juga jadi salah satu kriteria buku referensi di berbagai perguruan tinggi, yaitu isi buku sesuai dengan bidang keilmuan penulisnya 

Kamu juga bisa menelusuri nama penulis di Google Scholar atau Sinta untuk melihat rekam jejak publikasinya. Cukup lima menit, tapi hasilnya bisa menyelamatkanmu dari buku yang isinya kurang kuat.

  1. Pastikan Buku Memiliki ISBN yang Valid

ISBN adalah nomor identitas buku. Di Indonesia, nomor ini dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas), dan kamu bisa memeriksanya lewat laman isbn.perpusnas.go.id. Cukup ketik nomor ISBN yang ada di sampul belakang, lalu lihat apakah data buku, judul, dan penerbitnya sesuai

Kalau nomor ISBN tidak muncul atau datanya tidak cocok, sebaiknya tanyakan ke penjual atau penerbit sebelum membeli. Langkah kecil ini membantu kamu menghindari buku yang identitasnya tidak jelas.

  1. Perhatikan Penerbitnya

Selain penulis, penerbit juga mempengaruhi kualitas buku. Penerbit resmi biasanya memiliki proses penyuntingan dan tata letak yang lebih rapi. Kriteria buku referensi di banyak kampus pun menyebutkan bahwa buku perlu diterbitkan oleh badan ilmiah, organisasi, perguruan tinggi, atau penerbit resmi 

Untuk mahasiswa, ini penting karena sebagian dosen memperhatikan reputasi buku yang kamu kutip di tugas akhir. Jadi, cek nama penerbit di halaman judul dan pastikan bukan penerbit yang asal-asalan. 

  1. Pilih Edisi Terbaru

Ilmu pengetahuan terus bergerak, begitu juga isi buku. Buku referensi umumnya bisa dimutakhirkan dalam edisi baru, bahkan ada yang diperbarui secara berkala. Karena itu, kalau ada edisi revisi, biasanya lebih aman memilih yang terbaru.

Hal ini terutama penting untuk bidang yang cepat berubah, seperti hukum, kesehatan, teknologi informasi, dan manajemen. Data atau regulasi di edisi lama bisa saja sudah tidak berlaku.

  1. Periksa Daftar Pustakanya

Daftar pustaka itu cermin kualitas sebuah buku. Buku yang bagus biasanya merujuk ke jurnal ilmiah, buku lain yang kredibel, dan sumber resmi, bukan sekadar blog atau situs yang tidak jelas. Jurnal ilmiah bahkan sering disebut sebagai sumber dengan strata tertinggi dalam rujukan ilmiah 

Coba buka beberapa halaman terakhir buku. Kalau sumbernya beragam, relatif baru, dan bisa ditelusuri, itu pertanda baik. Sebaliknya, kalau hampir semuanya dari situs tanpa penulis jelas, pikir dua kali.

  1. Baca Daftar Isi dan Gaya Bahasanya

Jangan hanya melihat sampul. Buka daftar isi dan baca satu atau dua subbab. Apakah penjelasannya runtut? Apakah istilah sulit dijelaskan dengan bahasa yang bisa kamu pahami? Buku sebagus apa pun akan terasa percuma kalau kamu tidak nyaman membacanya.

Kalau belanja online, manfaatkan deskripsi produk, jumlah halaman, dan pratinjau yang tersedia. Beberapa toko juga mencantumkan nama penulis dan kategori buku dengan jelas, sehingga kamu lebih mudah menilai.

  1. Pertimbangkan Format Cetak atau E-book

Buku cetak enak untuk dicoret-coret dan dibaca lama, sedangkan e-book praktis dibawa ke mana-mana dan sering kali lebih hemat. Tidak ada yang benar atau salah, tergantung kebiasaan belajarmu.

Misalnya, buku yang sering kamu buka saat bimbingan skripsi mungkin lebih nyaman dalam bentuk cetak. Sementara buku yang hanya dibutuhkan untuk mencari beberapa bab bisa kamu beli dalam versi digital.

  1. Beli di Toko yang Terpercaya

Setelah buku yang tepat ketemu, tahap terakhir adalah memilih tempat membeli. Pilih toko yang jelas identitasnya, mudah dihubungi, dan punya katalog yang rapi. Bandingkan harga, ongkos kirim, dan ketersediaan promo sebelum membayar.

Di sini toko buku online yang fokus pada buku kuliah bisa sangat membantu, karena kategorinya sudah sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Salah satu yang bisa kamu pertimbangkan adalah Deepublish Store.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolda Metro Dorong Anak SD Belajar AI Sejak Dini, Ini Alasannya
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Jenderal Maruli Emban Tugas Kepala BNPPDT, Ini Program yang Jadi Prioritas
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Tembak Seniornya, Pengacara Korban Sebut Pelaku Ambil Senjata dari Gudang
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Ibunda Marsha Aruan Meninggal Dunia
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Bukan Hanya Mengaji, Santri Punya Peran dalam Perkembangan Film Nasional
• 18 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.