Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok, menyentuh level psikologis 4.900. Setelah berhasil memangkas koreksinya, indeks berakhir turun 3,64% ke 4.996,61 pada akhir perdagangan Sesi II Senin (19/10/2026).
Aktivitas perdagangan terpantau tinggi, nilai transaksi tembus Rp19,52 triliun, total volume transaksi mencapai 340,85 juta saham dengan frekuensi sebanyak 1,62 juta kali.
Seiring dengan itu, investor asing terpantau malah melalukan aksi penjualan bersih jumbo, sebesar Rp1,72 triliun di seluruh pasar dan Rp2,28 triliun di pasar reguler. Di samping itu, mereka juga melakukan pembelian bersih sebesar Rp558,40 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Oleh karena itu, apa saja dibuang yang gencar dibuang asing yang menekan pergerakan IHSG? Mengutip Stockbit, berikut 10 saham net foreign sell terbanyak dalam perdagangan Senin!
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp1,08 triliun
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp986,87 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp367,48 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp113,41 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp73,66 miliar
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) - Rp67,51 miliar
- PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) - Rp63,89 miliar
- PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) - Rp53,27 miliar
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) - Rp39,48 miliar
- PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) - Rp32,03 miliar
(fsd/fsd)




