Latihan Keris Woomera 26, Perkuat Kemitraan Militer RI-Australia

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

SITUBONDO, KOMPAS - Rangkaian latihan militer gabungan antara Tentara Nasional Indonesia dengan Australian Defence Force bertajuk ”Keris Woomera 26” ditutup dengan rentetan tembakan roket, tembakan artileri, serangan udara dari pesawat Tucano, hujan mortir, hingga serangan pasukan darat. Latihan militer dua tahunan tersebut menjadi komitmen kedua negara dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

Latihan militer gabungan Keris Woomera 26 melibatkan sekitar 1.000 personel Angkatan Pertahanan Australia (ADF) dan lebih dari 1.200 anggota TNI. Selama sembilan hari sejak Senin (12/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026), mereka melaksanakan pelatihan yang kompleks, mencakup matra laut, darat, udara, dan siber. Latihan dilaksanakan di Jawa Timur, Laut Bali, dan beberapa wilayah sekitarnya.

"Keris Woomera tahun ini merupakan latihan militer kedua negara, antara TNI dengan ADF. Dua tahun lalu, latihan ini ada di tingkat TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Australia. Kemudian, di tahun ini, porsi ini ditingkatkan di tiga matra di TNI," tutur Komandan Kodiklat TNI Letnan Jenderal Mohamad Naudi Nurdika dalam latihan penutup di Puslatpur Marinir 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Operasi Gabungan (Commander Joint Operations), Laksamana Madya Justin Jones, mengatakan, keberhasilan latihan tersebut menunjukkan kuatnya hubungan pertahanan yang langgeng antara Australia dan Indonesia.

“Latihan Keris Woomera 26 telah memberikan kesempatan berharga bagi Australia dan Indonesia untuk berlatih bersama dalam lingkungan yang realistis dan menantang," ujar Jones.

Latihan Keris Woomera pertama kali diselenggarakan pada 2024 dan dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Latihan militer itu mencakup operasi pendaratan amfibi, latihan penembakan dengan amunisi tajam, integrasi maritim antara Angkatan Laut Australia dan Indonesia, serta rangkaian latihan gabungan matra udara dan darat.

Alutsista yang dikerahkan

Selama Latihan Keris Woomera 26, ADF mengerahkan sejumlah alutsista, yakni kapal HMAS Choules, Perth, dan Stalwart; helikopter MH-60R Seahawk; 2 unit howitzer M777 155mm; 2 unit peluncur M142 HIMARS; serta 2 unit kendaraan ambulans lapis baja (PMV-Ambulance). Selain itu, dikerahkan pula pesawat angkut C-130J Hercules serta pesawat kendali udara depan PC-21.

Menurut Jones, tahun ini, ada lebih banyak personel yang terlibat dalam Keris Woomera. Bagi ADF pun terdapat beberapa hal baru yang dilakukan. Salah satunya, untuk pertama kalinya ADF membawa sistem peluncur roket HIMARS ke luar wilayah Australia. Pertama kalinya pula dikerahkan pesawat PC21 pesawat untuk dukungan darat.

Baca JugaSuper Garuda Shield 2026, Membangun Kepercayaan di Tengah Dinamika Indo-Pasifik

"Ini merupakan latihan dalam rangka kerja sama jangka panjang kedua negara," kata Jones.

Sementara itu, TNI mengerahkan antara lain Korvet kelas Diponegoro; helikopter AS565 Panther; kompi infanteri Marinir; artileri howitzer 105 mm; serta Sistem Peluncur Roket Multilaras (MLRS). Selain itu, dikerahkan pula helikopter Bell-412 dan pesawat EMB-314 Super Tucano.

Baca JugaBerkaca pada Rafale dan KRI Sriwijaya, Sejauh Mana Modernisasi Alutsista Mengubah Kekuatan TNI?
Latihan penutup

Dalam latihan penutup Keris Woomera 26, dilaksanakan pengeboman oleh dua unit pesawat Super Tucano yang kemudian disusul dengan penembakan roket dari HIMARS dan MLRS. Setelah sasaran dihujani bom, giliran howitzer 105 mm dan 155 mm menghujani sasaran yang sedetik kemudian dipenuhi dengan asap mengepul.

Belum cukup, pasukan infanteri melanjutkan serangan dengan peluncur mortar dan pelontar granat. Sementara dari jarak yang cukup jauh, penembak runduk (sniper) menetralisir musuh yang mengancam dari kejauhan. Baru kemudian pasukan infanteri yang didukung kendaraan lapis baja masuk dan menduduki daerah lawan.

Menurut Naudi, latihan militer ini juga dimaksudkan untuk mempererat persahabatan. Dengan demikian, kedua negara bisa bersama-sama menjaga keamanan kawasan.

"Ini kita sama-sama negara dalam satu kawasan dalam rangka meningkatkan koordinasi dan interoprabilitas, baik di dalam TNI sendiri dan juga kerja sama dengan kedua negara," ujar Naudi.

Jones menambahkan, latihan tahun ini menunjukkan bagaimana Australia dan Indonesia dapat berintegrasi untuk menghadapi tantangan keamanan bersama. Hal itu memberikan dampak positif terhadap cara keduanya merespons lingkungan strategis yang berkembang dengan cepat.

“Indonesia merupakan mitra penting dan berkelanjutan bagi Australia. Latihan seperti Keris Woomera memperkuat kemitraan kita yang mendalam dan telah terjalin lama, yang didasari oleh rasa saling percaya, saling menghormati, dan kerja sama yang erat," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Belanja APBN Kuartal IV 2026 Diproyeksi Tembus Rp1.300 Triliun, Ini Fokus Pemerintah
• 6 jam laludisway.id
thumb
Nadiem Makarim Ajukan Kasasi Atas Putusan Banding Korupsi Chromebook
• 21 jam lalunarasi.tv
thumb
Polda Kaltim Telusuri soal Ajudan Gubernur Senggol Pendemo: Tunggu Pemeriksaan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Bahlil Mau Resmikan Pabrik Ekosistem Baterai EV di Karawang
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Video: Penuhi Gaya Hidup, Minuman Sehat Yang Enak dan Bernutrisi Dicari
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.