Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026), ditopang kenaikan permintaan ekspor Malaysia.
IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026), ditopang kenaikan permintaan ekspor Malaysia, penguatan harga minyak nabati di China, serta prospek peningkatan konsumsi biodiesel.
Pada pukul 14.20 WIB, kontrak berjangka CPO Malaysia naik 1,24 persen ke 4.825 ringgit Malaysia per ton, memantul setelah melemah sebelumnya.
Mengutip Trading Economics, penguatan harga turut ditopang kinerja ekspor Malaysia yang meningkat pada awal Oktober.
Surveyor kargo melaporkan pengiriman minyak sawit Malaysia melonjak 43,2-58,3 persen secara bulanan pada paruh pertama Oktober.
Permintaan dari India, salah satu importir utama minyak sawit dunia, juga memberikan sentimen positif menjelang periode festival yang biasanya mendorong konsumsi.
Dari sisi harga, Indonesia menaikkan harga referensi CPO untuk Oktober sebesar 3,44 persen menjadi USD1.042,15 per ton.
Sementara itu, harga minyak mentah yang masih tinggi turut meningkatkan daya saing minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.
Prospek permintaan domestik juga menjadi penopang. Rencana Indonesia menerapkan mandatori biodiesel B50 berpotensi meningkatkan konsumsi minyak sawit di dalam negeri.
Di sisi pasokan, risiko El Niño yang dapat mengganggu produksi turut menopang harga.
Meski demikian, kenaikan harga CPO masih dibayangi melimpahnya pasokan.
Persediaan minyak sawit Malaysia naik ke rekor 3,51 juta ton pada September, seiring peningkatan produksi musiman.
Kondisi tersebut berpotensi membatasi ruang penguatan harga lebih lanjut. (Aldo Fernando)





