Koalisi pimpinan Arab Saudi memperingatkan kelompok Houthi, yang didukung Iran, untuk tidak memanfaatkan perahu nelayan tradisional untuk menyelundupkan senjata, rudal, dan peralatan militer ke Yaman. Saudi mendesak para pemilih kapal untuk tidak bekerja sama dengan Houthi.
Komando Pasukan Gabungan koalisi pimpinan Saudi, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (20/10/2026), mengatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi empat jenis kapal tradisional yang digunakan oleh kelompok Houthi untuk mengangkut pasokan militer melalui jalur laut.
Koalisi pimpinan Saudi menyebut operasi penyelundupan semacam itu sebagai ancaman langsung terhadap keamanan Yaman, dan keamanan regional maupun internasional, sekaligus membahayakan nyawa warga sipil.
"Komando Pasukan Gabungan Koalisi untuk Mendukung Legitimasi di Yaman memperingatkan agar tidak ada pihak yang membiarkan milisi teroris Houthi mengeksploitasi kapal-kapal tradisional untuk operasi penyelundupan senjata, rudal, dan peralatan militer melalui laut," tegas koalisi Saudi dalam pernyataannya.
Koalisi pimpinan Saudi mengimbau seluruh pemilik kapal untuk tidak terlibat dengan Houthi dalam pengangkutan senjata, rudal, dan peralatan militer ke area pesisir Yaman.
Peringatan tersebut disampaikan dengan tujuan untuk melindungi para pemilik kapal, awak kapal, dan aset mereka dari risiko yang mungkin timbul akibat operasi semacam itu. Koalisi pimpinan Saudi menyertakan foto-foto yang memperlihatkan empat jenis kapal nelayan tradisional yang diidentifikasi oleh pasukan mereka.
Peringatan dari koalisi Saudi ini muncul di tengah eskalasi pertempuran di Yaman, dan semakin intensifnya operasi militer menargetkan fasilitas militer Houthi.
(nvc/dhn)





