Pameran internasional ALLPack Indonesia 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-25, pameran teknologi pengemasan, pengolahan, plastik, percetakan, dan industri terkait ini menghadirkan lebih dari 1.600 peserta dari 42 negara untuk mendorong inovasi, investasi, dan daya saing industri nasional.
Pembukaan pameran yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group tersebut menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi modern, penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, serta pengembangan produk berkualitas untuk memperluas pasar ekspor.
Pameran ini dibuka oleh Muhammad Sarmuji sebagai Mentri Perindustrian Republik Indonesia. Dalam pidatonya, Sarmuji optimis terhadap perkembangan industri di Indonesia. Ia berharap pameran tersebut dapat memperluas peluang bisnis dan investasi sekaligus meningkatkan pemanfaatan teknologi modern.
“Saya berharap pameran ini akan memperluas hubungan bisnis, investasi, serta kemanfaatan teknologi yang modern,” ujar Sarmuji.
Sarmuji juga memaparkan bahwa sektor manufaktur Indonesia menunjukkan kinerja positif. Selain itu, sektor industri pengolahan nonmigas sebesar 5,32% lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% pada triwulan II tahun 2026.
Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan industri pengemasan dan pengolahan untuk meningkatkan efisiensi produksi, memenuhi standar mutu, serta menjawab tuntutan pasar yang terus berkembang. Isu pengurangan sampah kemasan, tanggung jawab produsen, dan standardisasi kemasan pangan juga menjadi bagian dari materi sambutan.
“Pemerintah berharap kolaborasi antara pelaku industri, penyedia teknologi, asosiasi, dan pemerintah dapat terus diperkuat guna meningkatkan kreativitas, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat daya saing industri Indonesia di pasar global. “ Ungkap Sarmuji
Sementara itu, CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyatakan bahwa ALLPack Indonesia menjadi sarana strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dan penyedia teknologi dari berbagai negara.
“ALLPack Indonesia 2026 memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan industri nasional melalui akses terhadap teknologi, inovasi, dan peluang kerja sama global,” ujar Daud
Menurut Daud, pertemuan lintas negara tersebut diharapkan membuka peluang investasi, memperkuat rantai pasok, serta mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing industri Indonesia.
Selama empat hari, ALLPack Indonesia 2026 menargetkan lebih dari 90.000 pengunjung bisnis dari lebih dari 30 negara. Pameran ini menghadirkan berbagai mesin, peralatan, bahan baku, dan solusi teknologi untuk sektor pengemasan, pengolahan, plastik, percetakan, daur ulang, otomasi industri, hingga farmasi.
Rangkaian pameran pendukung meliputi ALLPlas, ALLProcess, ALL Beverage Technology, IPEX, dan FoodTech Indonesia. Selain itu, lebih dari 65 agenda edukasi dan bisnis disiapkan, mulai dari seminar, konferensi, talk show, workshop, konsultasi industri, hingga business matching.
Pameran yang berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, produsen, dan penyedia teknologi untuk memperkuat inovasi serta memperluas akses pasar bagi industri nasional.





