Polda Kalsel Raih Penghargaan Internasional Usai Bongkar Perdagangan Ilegal 121,9 Kg Sisik Trenggiling

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menerima penghargaan internasional dari Union of Czech and Slovak Zoological Gardens (UCSZOO) atau Persatuan Kebun Binatang Ceko dan Slovakia atas keberhasilannya mengungkap perdagangan ilegal satwa dilindungi dengan barang bukti 121,9 kilogram sisik trenggiling Sunda.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen dan keberhasilan Polda Kalsel dalam memberantas perdagangan ilegal bagian tubuh satwa liar yang mengancam kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Sigit Haryono, di Banjarmasin, Selasa, mengatakan pihaknya telah menerima sertifikat penghargaan dari lembaga internasional asal Eropa tersebut.

"Kita baru saja mendapatkan sertifikat penghargaan dari UCSZOO yang diserahkan David Nejedlo selaku Presiden Persatuan Kebun Binatang Ceko dan Slovakia (UCSZOO) sekaligus Direktur Kebun Binatang Liberec," kata Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Sigit Haryono di Banjarmasin, Selasa.

Sigit menjelaskan penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap profesionalisme, dedikasi, dan komitmen jajaran kepolisian dalam menjalankan penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal satwa liar.

Penghargaan itu sekaligus menunjukkan perhatian lembaga konservasi internasional terhadap upaya perlindungan satwa terancam punah yang dilakukan aparat penegak hukum di Indonesia.

Polda Kalsel Sita 121,9 Kilogram Sisik Trenggiling dan Dua Paruh Rangkong

Berdasarkan keterangan tertulis UCSZOO, penghargaan khusus diberikan atas keberhasilan penyelidikan dan penegakan hukum yang dilakukan Unit III Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan.

Penanganan perkara tersebut berada di bawah pimpinan Kepala Subdirektorat IV Tipidter, Kompol Gita Suhandi Achmadi.

Jajaran Polda Kalsel melakukan dua kegiatan penindakan terhadap perdagangan ilegal satwa liar, masing-masing pada 31 Juli 2026 dan 18 September 2026.

Dari kedua kegiatan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa sisik trenggiling Sunda dengan total berat sekitar 121,9 kilogram.

Trenggiling Sunda yang memiliki nama ilmiah Manis javanica merupakan salah satu satwa dilindungi yang menjadi perhatian dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Selain mengamankan ratusan kilogram sisik trenggiling, petugas juga menyita dua paruh burung rangkong yang termasuk bagian tubuh satwa dilindungi.

Penyitaan barang bukti tersebut menjadi hasil penting dari kegiatan penyelidikan dan penegakan hukum terhadap praktik perdagangan ilegal satwa liar di wilayah Kalimantan Selatan.

Keberhasilan dua operasi tersebut kemudian menjadi dasar UCSZOO memberikan penghargaan khusus kepada jajaran Polda Kalsel.

Lembaga Konservasi Eropa Apresiasi Penegakan Hukum Polda Kalsel

UCSZOO menilai keberhasilan pengungkapan perdagangan ilegal bagian tubuh satwa dilindungi memberikan kontribusi penting terhadap upaya perlindungan spesies yang terancam punah.

Lembaga internasional tersebut juga mengapresiasi profesionalisme dan dedikasi aparat kepolisian dalam melakukan penyelidikan hingga penindakan terhadap pelanggaran hukum di bidang perlindungan satwa liar.

Menurut UCSZOO, keberhasilan tersebut turut mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia yang memiliki berbagai jenis satwa dengan nilai konservasi tinggi.

Selain berdampak pada perlindungan satwa di Indonesia, penegakan hukum tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya melawan perdagangan ilegal satwa liar yang menjadi perhatian dunia internasional.

Sigit menyambut baik penghargaan tersebut dan mengapresiasi perhatian yang diberikan lembaga konservasi asal Eropa terhadap kinerja jajaran kepolisian di Kalimantan Selatan.

Menurut dia, penghargaan internasional itu merupakan bentuk pengakuan terhadap kerja optimal anggota kepolisian di lapangan bersama unsur-unsur terkait.

Ia menilai perhatian dari lembaga internasional menunjukkan bahwa keberhasilan penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal satwa liar di Indonesia juga mendapatkan perhatian dari negara lain.

Penghargaan Jadi Motivasi Polisi Perkuat Perlindungan Satwa

Sigit berharap penghargaan dari UCSZOO dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polda Kalimantan Selatan untuk terus meningkatkan kinerja dan menghasilkan prestasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Ia juga mendorong anggotanya agar semakin bersemangat dalam melakukan penyelidikan dan penegakan hukum terhadap tindak pidana yang berkaitan dengan perdagangan ilegal satwa dilindungi.

Menurut Sigit, perhatian dari negara lain terhadap keberhasilan perlindungan satwa di Indonesia seharusnya menjadi dorongan bagi aparat penegak hukum dan masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian keanekaragaman hayati.

"Motivasinya tentu negara lain saja memperhatikan kita, maka kita yang mempunyai keanekaragaman hayati lebih semangat untuk melindungi satwa yang ada di Indonesia," ujarnya.

Penghargaan tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen Polda Kalimantan Selatan dalam memberantas perdagangan ilegal bagian tubuh satwa liar yang dapat mengancam keberlangsungan populasi satwa dilindungi.

Polda Kalsel juga diharapkan terus melanjutkan kegiatan penyelidikan dan penegakan hukum untuk mendukung pelestarian trenggiling, burung rangkong, serta berbagai jenis satwa liar lainnya di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Hutan Meluas di Gunung Sumbing, Pendakian Ditutup Sementara
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
[FULL] Pernyataan Luhut usai Temui Prabowo di Istana, Laporkan Isu MSCI hingga Risiko Ekonomi RI
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Dua Tahun Prabowo-Gibran: 106,3 Juta Orang Dicek Gratis, Siapa Menanggung Biayanya?
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Seorang Anak di Pontianak Lapor Polisi, Ibunya Diduga Disekap-Disiksa Ayahnya
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kampus Didorong Pangkas Emisi, Panduan Net Zero Campus Diluncurkan
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.