Jakarta, VIVA – Sudah rutin menggunakan skincare, menjaga kelembapan kulit, hingga menjalani perawatan untuk mengurangi kerutan, tetapi wajah masih terlihat kendur atau kehilangan kontur? Kondisi ini bisa berkaitan dengan perubahan yang terjadi di bawah permukaan kulit seiring bertambahnya usia.
Selama ini, tanda-tanda penuaan kerap dikaitkan dengan munculnya garis halus, kerutan, dan berkurangnya elastisitas kulit. Tak heran jika banyak orang berfokus pada penggunaan produk perawatan yang membantu menjaga kelembapan dan mendukung produksi kolagen.
Padahal, wajah memiliki struktur yang lebih kompleks daripada sekadar lapisan kulit. Di bawahnya terdapat otot, lemak, jaringan ikat, dan tulang yang bersama-sama membentuk kontur serta menopang wajah. Seiring bertambahnya usia, perubahan pada berbagai struktur tersebut dapat memengaruhi bentuk pipi, garis rahang, hingga tampilan wajah secara keseluruhan.
Kajian tentang penuaan wajah yang dipublikasikan melalui PubMed menjelaskan bahwa proses tersebut melibatkan perubahan pada sejumlah lapisan, bukan hanya kulit. Artinya, wajah yang terlihat menua tidak selalu disebabkan oleh kerutan atau kulit yang kehilangan kekencangan.
Pemahaman ini turut mendorong perkembangan pendekatan estetika yang memperhatikan struktur wajah secara lebih menyeluruh, termasuk otot yang berperan dalam gerakan dan ekspresi.
Bukan Hanya Kulit, Otot Wajah Juga Berperan
Otot wajah bekerja setiap kali seseorang tersenyum, berbicara, atau menunjukkan ekspresi tertentu. Salah satunya adalah zygomaticus major, otot di area pipi yang berperan ketika seseorang tersenyum.
Perubahan pada otot dan jaringan penunjang dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tampilan wajah seiring waktu. Inilah yang membuat pembahasan mengenai perawatan anti-aging mulai meluas, dari sekadar menjaga kondisi kulit hingga mengeksplorasi pendekatan yang melibatkan otot wajah.
President Director PT Regenesis Indonesia, Emmy Noviawati, melihat perubahan tersebut sebagai bagian dari perkembangan dunia estetika.
“Kami melihat adanya perubahan cara pandang dalam facial aesthetics. Wajah tidak hanya terdiri dari kulit yang terlihat, tetapi juga struktur di bawahnya yang ikut membentuk, menopang, dan menggerakkan wajah. Karena itu, perhatian terhadap otot wajah menjadi bagian menarik dari perkembangan treatment estetika modern,” ujar Emmy dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/10/2026).





