VIVA – Harapan Timnas Indonesia untuk mendapat amunisi tambahan dari pemain keturunan terbentur tembok regulasi FIFA terkait keabsahan administrasi dan garis keturunan.
Dalam salah satu wawancara, Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengonfirmasi bahwa penyerang Dinamo Bucuresti, Dean Zandbergen, tidak memenuhi syarat naturalisasi jalur keturunan karena garis Indonesia berasal dari buyutnya.
Kasus Zandbergen menambah panjang daftar pemain berdarah Indonesia yang prosesnya terhambat sebelum bisa mengenakan jersei Merah Putih.
Berikut adalah empat pemain keturunan yang pernah masuk dalam radar pembicaraan naturalisasi Timnas Indonesia namun terganjal regulasi FIFA dan kelengkapan dokumen:
1. Dean Zandbergen
- VVV Venlo
Dean Zandbergen menjadi nama terbaru yang terpaksa menghentikan proses naturalisasi jalur keturunan setelah penelusuran silsilah mendalam dilakukan oleh tim kepelatihan. Penyerang berusia 25 tahun yang kini membela Dinamo Bucuresti tersebut diketahui memiliki darah Indonesia dari generasi buyut, bukan dari kakek atau neneknya.
Berdasarkan regulasi FIFA, pemain yang berpindah kewarganegaraan hanya bisa mewakili tim nasional jika orang tua atau kakek-nenek kandungnya lahir di negara tujuan, atau melalui mekanisme domisili.
2. Mauresmo Hinoke
- PSSI
Pemain muda yang pernah memikat perhatian publik saat membela Timnas Indonesia U-20 di ajang Maurice Revello Tournament 2024 ini juga mengalami nasib serupa. Mauresmo Hinoke sempat diproyeksikan sebagai bagian penting dari rencana jangka panjang skuad Garuda.
Namun, Manajer Timnas Indonesia U-20 saat itu, Ahmed Zaki Iskandar, membeberkan bahwa darah Indonesia yang dimiliki pemain TOP Oss tersebut berasal dari generasi keempat (buyut).
3. Jairo Riedewald
- cpfc.co.uk
Mantan penggawa Ajax Amsterdam dan Crystal Palace, Jairo Riedewald, merupakan salah satu nama besar yang paling dinantikan kehadirannya untuk memperkuat lini tengah dan belakang Indonesia. Namun, persoalan utama yang dihadapi Riedewald adalah ketersediaan dokumen pendukung.
Mantan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, pada Februari 2025 menjelaskan bahwa PSSI belum menemukan bukti administrasi yang cukup valid untuk mengajukan perpindahan federasi ke FIFA.
PSSI memilih berhati-hati dan tidak memaksakan berkas yang belum lengkap demi mencegah penolakan resmi. Selain itu, Riedewald tercatat pernah mengantongi tiga penampilan bersama Timnas Belanda senior di Kualifikasi Piala Eropa 2016.





