REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG, – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memperkuat kesiapsiagaan personel dan kendaraan operasional untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pada peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama momen penting tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, di Kupang, Selasa, menyampaikan bahwa pagi tadi telah digelar Apel Siaga Polda NTT. Apel ini dipimpin langsung oleh Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal bersama Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) dan seluruh pejabat utama Polda NTT.
“Apel siaga ini merupakan bentuk kesiapan Polda NTT dalam mengantisipasi setiap perkembangan situasi kamtibmas. Kesiapan tersebut tidak hanya dilihat dari kekuatan dan kemampuan personel, tetapi juga harus didukung oleh sarana dan prasarana operasional yang memadai, termasuk kendaraan dinas yang siap digunakan kapan pun dibutuhkan,” ujar Kombes Pol. Henry.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dalam apel siaga tersebut, Wakapolda bersama jajaran melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kendaraan operasional. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sarana pendukung kepolisian berfungsi dengan baik dan siap digunakan secara optimal ketika dibutuhkan.
Menurut Kombes Pol. Henry, kesiapsiagaan personel mutlak harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Hal ini penting agar kepolisian dapat merespons setiap perkembangan situasi secara cepat dan tepat.
Ia menegaskan bahwa kesiapan operasional ini dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah pada peningkatan kedisiplinan, kewaspadaan, koordinasi, serta profesionalisme personel dalam menjalankan tugas.
Latihan dan Penguatan Koordinasi
Selain apel siaga dan pemeriksaan kendaraan, kegiatan tersebut juga mencakup latihan Samapta dan pemeriksaan kekuatan personel. Langkah ini untuk memastikan kesiapan setiap satuan dalam menghadapi kemungkinan gangguan keamanan.
Kombes Pol. Henry menambahkan, latihan dan pemeriksaan itu juga bertujuan memperkuat koordinasi antarsatuan. Dengan demikian, pengerahan personel dan penanganan situasi di lapangan dapat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Kapolda NTT melalui pernyataannya meminta seluruh personel untuk senantiasa menjaga kesiapan, meningkatkan kewaspadaan, serta memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas. Personel juga diinstruksikan untuk mengedepankan tindakan yang profesional dan proporsional sesuai ketentuan hukum.
“Seluruh personel agar tetap menjaga kesiapan, meningkatkan kewaspadaan, memperkuat sinergi dan koordinasi, serta mengedepankan tindakan yang profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Di sisi lain, Polda NTT juga mengingatkan personel agar tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Pendekatan humanis dan persuasif menjadi kunci dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.
Melalui kesiapan personel dan sarana operasional yang maksimal, Polda NTT berharap seluruh potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini. Tujuannya agar masyarakat tetap merasa aman dan seluruh aktivitas sehari-hari dapat berlangsung dengan lancar dan kondusif.