Ronaldo Tak Berhenti Ditimpa Masalah, Setelah Sanksi Federasi, Gilirian Ten Hag Ungkap Isi Ruang Ganti MU

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Karir Cristiano Ronaldo di luar klub agaknya sedang mengalami banyak persoalan. Setelah menghadapi sanksi dari federasi Portugal, terbaru mantan pelatih Manchester United, Erik Ten Hag, menilai periode kepulangan Ronaldo ke mantan klub yang membesarkannya itu, ia tampil mengecewakan karena tidak bugar.

Akhirnya, menurut Ten Hag, penyerang asal Portugal itu kesulitan menunjukkan performa terbaiknya pada musim 2022/2023. “Dia mengecewakan tim dan juga mengecewakan saya, karena kami telah menyusun rencana dengannya,” kata Ten Hag kepada The Athletic  pada Rabu.

Baca Juga :
Ketika Ronaldo Didenda Portugal Setara UMK Tangsel
Bukan Hanya Prancis, Protes Biaya Hidup Meluas ke Italia, Belgia, hingga Portugal

Manchester United tim yang membesarkan Ronaldo. Bersama MU, Ronaldo pernah meraih tiga gelar Liga Inggris bersama United di bawah asuhan Sir Alex Ferguson sebelum meninggalkan Old Trafford untuk bergabung dengan Real Madrid pada 2009. Ia kemudian kembali ke Manchester pada 2021.

Saat ditangani Ten Hag, Ronaldo hanya mencetak satu gol dari 10 penampilan Liga Inggris sebelum meninggalkan klub itu pada November 2022.

Beberapa kali Ten Hag berbicara langsung dengan Ronaldo mengenai performa sang pemain. “Berkali-kali saya katakan, ‘Ronnie, semua orang ingin bekerja untuk membawamu ke posisi yang tepat. Namun, bila kamu tidak bisa membawa dirimu sendiri ke dalam kotak penalti, kamu tidak akan bisa mencetak gol.’ Dia tidak mampu melakukan itu,” ujar Ten Hag.

Bukan tekanan, ujar Ten Hag, yang dialami Ronaldo, namun justru terletak pada persiapan fisik pemain berusia 41 tahun itu.“Dia tidak berlari, baik saat tim menguasai bola maupun ketika tidak menguasai bola. Alasannya adalah karena dia tidak mempersiapkan dirinya dengan baik,” tutur Ten Hag.

Ten Hag ditunjuk sebagai pelatih Manchester United pada Mei 2022 dan membawa tim ini finis di peringkat ketiga Liga Inggris pada musim pertamanya. Namun, dia kemudian dipecat pada Oktober 2024. Meski mengkritik persiapan Ronaldo, Ten Hag tetap mengakui kualitasnya. Ia menyebut Ronaldo salah satu pemain terbaik sepanjang masa, tapi menegaskan keputusan yang diambilnya saat itu sudah profesional.

“Saya sangat menghormatinya. Namun, saat itu, sebagai pelatih, saya harus mengambil keputusan rasional dan mempertahankan para pemain yang saya kagumi di dalam tim,” kata Ten Hag.

Baca Juga :
Ribuan Warga Demo di Portugal, Tuntut Upah Naik hingga Harga Hunian Terjangkau
Legenda Real Madrid dan Portugal Luis Figo Diabadikan dalam Kartu Koleksi di Jakarta Game On 2026
Sosok Daijiro Chirino, Bek Liga Spanyol Berdarah Maluku: Berpeluang Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkomdigi: Pengembangan AI Tak Boleh Abaikan Kebutuhan Dasar Masyarakat
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Momen Prabowo Beri Hormat Terakhir ke Almarhum Subagyo HS
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Sertifikat Hijau APP Terancam Ditangguhkan Imbas Kabut Asap Lintas Negara
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
2 Tahun Prabowo-Gibran, PAN: Kami Terus Bantu Presiden, Perubahan Butuh Proses
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Jabar Buka Suara Soal Kasus Dokter Diduga Cabuli Anak Kandung 3,6 Tahun di Bandung
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.