REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menyesuaikan materi sosialisasi kebencanaan dengan potensi risiko di setiap wilayah. Langkah ini dinilai penting agar edukasi lebih tepat sasaran dan masyarakat siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Christian mengatakan sosialisasi kebencanaan tidak semestinya hanya berfokus pada banjir. Warga juga perlu dibekali pengetahuan mengenai kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, pohon tumbang, serta potensi bencana lainnya sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Baca Juga
DPRD Jabar Kaji Penggabungan OPD untuk Efisiensi Organisasi
Komisi V DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Kerja Sama Layanan Kesehatan
Komisi II DPRD Jabar: Eiger Nature Bisa Jadi Model Ekowisata
“Di wilayah yang tidak memiliki riwayat banjir, misalnya, sosialisasi bisa diarahkan pada kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi. Masyarakat perlu memahami cara melindungi kepala, berlindung di bawah meja yang kokoh jika memungkinkan, serta menjauhi area berbahaya seperti jendela kaca,” ujar Cristian, belum lama ini.
Selain pemahaman mengenai tindakan penyelamatan diri, Christian menekankan pentingnya menyiapkan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar ketika terjadi bencana.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut dia, tas siaga tidak harus mahal atau berasal dari merek tertentu. Hal terpenting, perlengkapan di dalamnya dapat digunakan untuk membantu masyarakat bertahan dan memenuhi kebutuhan dasar dalam situasi darurat.
Christian menilai pemetaan wilayah rawan bencana yang telah dilakukan BPBD dapat menjadi acuan dalam menyusun materi sekaligus menentukan sasaran sosialisasi. Dengan begitu, edukasi di kawasan rawan banjir dapat difokuskan pada langkah penanganan banjir, sedangkan wilayah lain mendapat pembekalan sesuai potensi risiko masing-masing.
Dia juga menekankan pentingnya menjalankan pengawasan dan edukasi secara beriringan. Upaya mitigasi, menurut dia, perlu didukung perilaku masyarakat yang tidak memperburuk kondisi serta kepatuhan terhadap upaya pencegahan bencana.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, Christian mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pendidikan agar materi mitigasi bencana dapat disampaikan di sekolah. Keterlibatan perangkat daerah dan tokoh masyarakat juga diperlukan untuk memperluas penyebaran informasi kebencanaan.
Christian berharap penguatan mitigasi di Kota Bandung dilakukan sejak dini melalui kesiapan infrastruktur, pemetaan risiko, edukasi yang tepat sasaran, dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan demikian, kesiapsiagaan tidak hanya dibangun ketika bencana terjadi, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan warga sehari-hari.