Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menegaskan akan berfokus pada aspek teknis reformasi pasar modal Indonesia. Hal ini disampaikan menanggapi pernyataan mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang menduga adanya intervensi institusi investasi Singapura terhadap Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Jeffrey mengatakan pihaknya tetap meyakini penyedia indeks global memiliki independensi dalam menentukan klasifikasi pasar suatu negara.
“Kami akan sangat fokus kepada hal teknis dan kami selalu meyakini dan kami tetap percaya bahwa global index provider selalu independen,” kata Jeffrey di kantor BEI, Selasa (20/10).
Oleh karena itu, BEI memilih untuk memusatkan perhatian pada langkah-langkah teknis yang dapat dilakukan dalam rangka memperbaiki pasar modal Indonesia.
“Jadi, kami akan fokus saja kepada hal-hal teknis yang bisa kami lakukan dalam upaya mereformasi pasar modal,” ujarnya.
Sebelumnya, Muhammad Lutfi melalui unggahan di akun Instagram pada Selasa (20/10), menduga adanya tekanan dari institusi investasi asal Singapura di balik opsi MSCI untuk menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Lutfi menyebut Temasek dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC) memiliki pengaruh besar terhadap MSCI. Ia juga mengklaim memperoleh informasi bahwa Rachel Goh dari GIC diduga menekan MSCI agar menurunkan status pasar modal Indonesia.
Menurut Lutfi, dugaan tekanan tersebut berpotensi memicu kepanikan di pasar saham Indonesia. Kondisi itu, menurut dia, dapat membuka peluang bagi investor asing untuk kembali membeli aset Indonesia ketika harga saham sudah turun.
Lutfi menilai persoalan klasifikasi pasar modal tidak hanya berkaitan dengan posisi Indonesia dalam indeks global, tetapi juga menyangkut kepentingan ekonomi dan penguasaan aset strategis nasional.
Ia juga menyinggung perbedaan karakteristik pasar Standalone Market yang dinilai dapat berkaitan dengan keterbatasan akses investor internasional, termasuk dalam konteks pengendalian arus modal.
Meski demikian, dugaan intervensi yang disampaikan Lutfi tersebut merupakan klaim yang belum terverifikasi secara independen. Sementara itu, Jeffrey menegaskan BEI akan tetap memusatkan perhatian pada reformasi teknis pasar modal dan meyakini independensi penyedia indeks global.




