Jakarta: Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) bertransformasi dari perusahaan pencetak uang dan dokumen sekuriti fisik menjadi perusahaan teknologi penjamin keaslian dokumen elektronik, sistem, dan identitas digital.
Direktur Utama Peruri Teguh Arief mengatakan langkah ini diambil untuk menjawab pergeseran peradaban, di mana medium transaksi dan identitas masyarakat kini telah beralih ke ranah digital.
"Peruri hari ini telah bertransformasi tidak hanya sebagai perusahaan pencetak uang dan dokumen sekuriti fisik, tetapi lebih dari itu, yaitu menjadi perusahaan teknologi penjamin keaslian dokumen elektronik, sistem, dan identitas digital," ujar Teguh dalam acara Peruri Digital Summit di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, Peruri telah menjalankan mandat menjaga kepercayaan masyarakat dan negara selama lebih dari lima dekade. Di era digital, Peruri memastikan kepercayaan publik tetap terjaga terhadap keaslian dokumen-dokumen penting negara.
Perubahan peran tersebut juga diperkuat oleh keputusan pemerintah yang menunjuk Peruri sebagai pengelola teknologi pemerintahan atau GovTech Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023.
Dalam peran barunya, Peruri bertindak sebagai akselerator digital nasional untuk mendukung transformasi sistem pemerintahan berbasis elektronik. Peruri mengintegrasikan berbagai program digitalisasi yang ada di setiap kementerian agar terhubung dengan standar keamanan tinggi tanpa mengubah sistem yang sudah berjalan.
Baca Juga :
Inklusi Keuangan Tak Cuma Punya Rekening, Ini 4 Pilar Transformasi Keuangan RI(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
Terapkan lima dimensi strategisDalam menghadapi kompleksitas digital dan menjaga keamanan siber, Peruri menerapkan lima dimensi strategis dalam operasional bisnisnya. Dimensi tersebut meliputi keamanan siber proaktif, keunggulan teknologi, tata kelola yang baik, keandalan layanan, serta kolaborasi strategis.
"Infrastruktur digital tidak lagi sebatas fasilitas penunjang, melainkan telah menjadi urat nadi utama untuk mewujudkan operasional excellent dan pelayanan publik yang prima. Di tengah lanskap ini, keamanan siber menjadi fondasi mutlak," tambah Teguh.
Selain itu, Peruri fokus memperkuat tiga pilar teknologi utama untuk mendukung kedaulatan digital nasional, yakni pengembangan semikonduktor mandiri, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dan penerapan kriptografi post-quantum. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar Indonesia mandiri dalam produksi cip dan infrastruktur digital.




