Jakarta: Gigi bungsu merupakan geraham paling belakang yang umumnya mulai tumbuh pada usia 17 hingga 25 tahun. Pada sebagian orang, kemunculan gigi ini tidak menimbulkan keluhan. Namun, gigi bungsu juga dapat tumbuh dengan posisi yang tidak tepat karena keterbatasan ruang di rahang. Kondisi tersebut membuat banyak orang mempertanyakan apakah gigi bungsu perlu langsung dicabut atau masih dapat dipertahankan.
Pada dasarnya, tidak semua gigi bungsu membutuhkan tindakan pencabutan. Keputusan tersebut perlu disesuaikan dengan posisi dan kondisi gigi serta pengaruhnya terhadap jaringan di sekitarnya.
Baca Juga :
Gigi Kuning Padahal Rajin Disikat? Ini penyebabnya-Tips KesehatanImpaksi dapat menimbulkan sejumlah masalah pada gigi dan gusi. Posisi gigi yang miring, misalnya, dapat memberikan tekanan pada gigi geraham di sebelahnya. Area di sekitar gigi yang tumbuh sebagian juga lebih sulit dibersihkan sehingga sisa makanan dan bakteri dapat menumpuk.
Baca Juga :
Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Ini Bahaya Menghirupnya Terus-Menerus-Tips KesehatanMeski demikian, keberadaan gigi bungsu tidak otomatis menjadi alasan untuk melakukan pencabutan. Gigi yang tumbuh lurus, memiliki ruang yang cukup, serta tidak menimbulkan gangguan pada gigi dan jaringan di sekitarnya dapat dipertahankan.
Baca Juga :
Kenapa Tangan Gemetar Setelah Minum Kopi? Ini Penjelasannya-Tips KesehatanDokter gigi dapat melakukan pemeriksaan secara langsung dan merekomendasikan pemeriksaan Rontgen apabila diperlukan. Pemeriksaan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai posisi gigi bungsu, arah pertumbuhannya, kondisi akar, serta hubungannya dengan gigi dan struktur di sekitarnya. Hasil pemeriksaan kemudian menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah gigi bungsu perlu dicabut atau dapat dipertahankan. Pada gigi yang bermasalah, dokter juga dapat menentukan penanganan yang sesuai berdasarkan kondisi masing-masing pasien. (Titik Nurmalasari)




