Dilansir dari laman BBC pada Rabu, 21 Oktober 2026, Musk menyampaikan dukungannya terhadap gagasan tersebut dalam panggilan bersama analis keuangan pada Selasa, 20 Oktober 2026, saat membahas kinerja keuangan kuartalan SpaceX. Menurutnya, penggabungan kedua perusahaan memiliki sejumlah keuntungan, terutama dalam pengembangan teknologi.
"Apakah menurut saya ini ide yang bagus? Ya," kata Musk.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa merger tersebut belum menjadi keputusan final. Komite khusus di masing-masing perusahaan telah dibentuk untuk mempelajari kemungkinan transaksi, tetapi belum mencapai kesepakatan mengenai persyaratannya.
Musk juga mengingatkan bahwa belum ada jaminan merger akan terlaksana. Ia menyebut persetujuan pemegang saham menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kelanjutan rencana tersebut.
Baca Juga :
Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia, Sebenarnya Seberapa Besar Uang USD1 Triliun?Besarnya nilai kedua perusahaan membuat rencana merger ini menarik perhatian pasar. Tesla memiliki nilai ekonomi sekitar USD1,5 triliun, sedangkan SpaceX bernilai sekitar USD2 triliun. Jika digabungkan, nilai keduanya mencapai sekitar USD3,5 triliun.
Reaksi pasar turut terlihat setelah pernyataan Musk. Saham SpaceX naik 8 persen dalam perdagangan setelah jam bursa, sementara saham Tesla menguat 2 persen setelah sebelumnya bergerak melemah tipis selama beberapa pekan.
Namun, penggabungan kedua perusahaan bukan sekadar soal memperbesar nilai bisnis. Musk menilai Tesla dan SpaceX memiliki bidang pengembangan yang saling berkaitan, mulai dari produksi chip komputer, kecerdasan buatan (AI), perangkat lunak, hingga infrastruktur teknologi.
SpaceX selama ini dikenal sebagai perusahaan pembuat roket dan penyedia layanan internet satelit Starlink. Belakangan, perusahaan tersebut juga memperluas bisnisnya ke penyediaan kapasitas komputasi berbasis cloud bagi perusahaan teknologi, termasuk Anthropic dan Google.
Berdasarkan laporan keuangan kuartalan terbaru, bisnis komputasi SpaceX menghasilkan pendapatan USD7,5 miliar, sedangkan Starlink membukukan pendapatan USD5,2 miliar. Meski demikian, SpaceX secara keseluruhan masih mencatatkan kerugian USD1,1 miliar sepanjang tahun berjalan.
Di sisi lain, Tesla yang dikenal sebagai produsen mobil listrik juga mulai mengalihkan sebagian sumber dayanya ke pengembangan robotika. Perluasan bisnis ini membuka peluang bagi Tesla dan SpaceX untuk berbagi kemampuan teknologi jika keduanya bekerja di bawah satu perusahaan.
Baca Juga :
Daftar 5 Miliarder AI Terkaya 2026, Elon Musk Masih Tak Tergoyahkan!Di balik potensi keuntungan tersebut, merger Tesla dan SpaceX masih menghadapi sejumlah tantangan. Musk mengatakan dirinya tidak terlibat dalam komite khusus yang sedang mengevaluasi transaksi karena menjabat sebagai CEO di kedua perusahaan dan memiliki kepentingan dalam keputusan tersebut.
Ia bahkan menggambarkan pembicaraan mengenai merger itu seperti berjalan di ladang ranjau. Pernyataan tersebut mencerminkan rumitnya proses penggabungan dua perusahaan besar dengan kepentingan bisnis dan pemegang saham yang berbeda.
Musk menyebut setidaknya 50 persen pemegang saham Tesla perlu menyetujui transaksi tersebut. Ia menilai persyaratan itu menjadi tantangan yang cukup besar untuk dipenuhi.
Meski demikian, Musk sebelumnya telah mendapat dukungan pemegang saham untuk sejumlah keputusan besar. Pada tahun lalu, mayoritas investor Tesla menyetujui paket kompensasi untuk Musk yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar USD1 triliun.
Rencana merger ini juga sejalan dengan langkah Musk untuk mengintegrasikan berbagai bisnisnya. Sebelum melantai di bursa pada tahun ini, SpaceX mengakuisisi xAI dan X, platform media sosial yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter dan juga dimiliki Musk.
Kolaborasi Tesla dan SpaceX dalam proyek Terafab, yang berfokus pada produksi chip komputer, turut memperlihatkan arah kerja sama tersebut. Bagi Musk, penggabungan bisnis dapat membuka peluang untuk mengembangkan teknologi secara lebih terpadu. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Guncang Industri! Elon Musk Bidik Duet Tesla-SpaceX untuk Kuasai Masa Depan Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/global/gNQrRvqb-guncang-industri-elon-musk-bidik-duet-tesla-spacex-untuk-kuasai-masa-depan
(ANN)





