BI: Insentif "hedging" sejak Juni dukung "inflow" 9,9 miliar dolar AS

antaranews.com
49 menit lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa kebijakan insentif lindung nilai (hedging) yang diberlakukan sejak Juni 2026 berhasil mendukung aliran masuk modal asing sebesar 9,9 miliar dolar AS per 20 Oktober 2026.

Insentif tersebut berupa insentif untuk instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) lindung nilai kepada BI serta instrumen swap beli lindung nilai konvensional kepada BI. Di samping itu, BI juga memberlakukan insentif bagi transaksi local currency transaction (LCT) dengan negara mitra.

“Sejak Juni hingga Oktober kita mulai melakukan kebijakan insentif ini, baik dalam bentuk swap maupun DNDF, dan sepanjang Juni kemarin hingga saat ini sudah berhasil mendatangkan inflow sampai 9,9 miliar dolar AS,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Baca juga: IHSG rebound, analis sebut pelaku pasar apresiasi BI-Rate ditahan

Baca juga: BI: Prospek ekonomi global masih lemah, ketidakpastian tetap tinggi

BI menyatakan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, termasuk memperkuat kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA).

“Bank Indonesia terus memperkuat berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak gejolak global,” kata Destry.

Setelah sempat menguat hingga pertengahan September 2026, nilai tukar rupiah pada 20 Oktober 2026 tercatat Rp17.985 per dolar AS atau melemah sebesar 0,61 persen (point to point/ptp) dibandingkan dengan posisi akhir September 2026.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, arah kebijakan moneter AS yang mengetat, serta sentimen investor asing di pasar saham.

“Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan nilai tukar rupiah bergerak stabil didukung komitmen Bank Indonesia, imbal hasil yang menarik, inflasi yang terkendali dalam sasaran, dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik,” kata Destry.

Baca juga: BI-Rate tetap 5,75 persen, bunga deposit facility naik jadi 5 persen

Baca juga: BI jaga stabilitas Rupiah di tengah gejolak global


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Atlet Panjat Tebing Indonesia Tampil di World Climbing Series Santiago 2026, Ini Daftarnya
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengguna Transum Jakarta Capai 368 Juta hingga September 2026, Naik 10,8%
• 2 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 21 Oktober 2026, Buka sampai Siang!
• 10 jam laludisway.id
thumb
Demo 20 Oktober di Gedung DPRD Jabar: Sidqon Siap Turun dari Jabatan
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Transformasi Digital dan Pembangunan Fisik Dorong Produksi Pangan dari Sumatera hingga Papua
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.