Keindahan Kaligrafi Masjid Ulu Cami di Kaki Gunung Uludag

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Siang itu, pada Kamis (15/10/2026), Masjid Ulu Cami di Distrik Osmangazi, pusat Kota Bursa, Turki diliputi hujan berintensitas sedang dengan suhu sekitar 12 derajat celsius. Di tengah dinginnya hari, warga Turki tampak hilir mudik di sekitar masjid. Sejumlah wisatawan berwajah Asia hingga Eropa juga berlalu lalang, memandangi dan memotret keindahan masjid yang berada di kaki Gunung Uludag tersebut.

Masjid Ulu Cami merupakan masjid terbesar di Kota Bursa. Nama Ulu Cami berasal dari dua kata bahasa Turki yang menggambarkan arti dan status dari masjid tersebut. Ulu berarti besar, agung, atau raya, sedangkan cami dalam bahasa Turki artinya adalah masjid.

Baca Juga
  • Kemegahan Hagia Sophia Hingga Masjid Camlica di Istanbul
  • Fakta di Balik Eksekusi 2 Warga Bangladesh yang Dituduh Asusila di Masjid Makkah Versi Media Dhaka
  • Masjid Apung Jakarta yang Dicanangkan Anies Akhirnya Diresmikan

Ulu Cami dirancang oleh arsitek Ali Neccar dan dibangun pada tahun 1396 hingga 1399 di era Sultan Bayezid I dari Kesultanan Utsmaniyah. Masjid tersebut menjadi salah satu mahakarya arsitektur Islam awal dan simbol kejayaan Kesultanan Utsmaniyah, sehingga punya daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, terutama pecinta kaligrafi Islam.

Ulu Cami menampilkan ciri khas arsitektur peralihan antara gaya Seljuk dan era awal Kesultanan Utsmaniyah. Bangunannya memiliki luas 2.200 meter persegi, berbentuk persegi panjang dengan interior berupa ‘hutan kolom’. Ruangan sholatnya sangat luas, didukung oleh 12 pilar batu besar yang membagi ruangan menjadi beberapa bagian simetris, mirip dengan pola masjid-masjid kuno Seljuk.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Bagian atapnya memiliki total 20 kubah simetris yang tersusun dalam formasi 4x5 baris, berbeda dengan gaya Utsmaniyah klasik yang dominan berkubah tunggal raksasa. Jumlah puluhan kubah tersebut berasal dari nazar Sultan Bayezid I untuk membangun 20 masjid, yang kemudian digabungkan menjadi satu masjid besar.

Pintu masuk utama di sisi utara dirancang menonjol keluar dari dinding utama bangunan. Gerbang utamanya ini tinggi dan bercorak monumental dengan ukiran batu yang rumit, menjadikannya ciri khas utama bangunan publik peninggalan Dinasti Seljuk.

Potret keindahan Masjid Ulu Cami di Distrik Omangazi, pusat Kota Bursa, Turki, Kamis (15/10/2026). - (Eva Rianti/Republika)

Adapun dinding Masjid Ulu Cami terbuat dari kombinasi batu abu-abu kokoh dan bata yang dihiasi dengan pola geometris. Ulu Cami dilengkapi dengan dua menara yang menjulang tinggi di sisi barat dan timur. Menara barat dibangun bersamaan dengan struktur utama pada masa Sultan Bayezid I, sedangkan menara timur dibangun terpisah pada masa Sultan Mehmet I.

Di sisi sebelah mihrab atau arah kiblat, ada mimbar kayu yang dikenal sebagai mahakarya seni Seljuk murni. Mimbar ini dibuat menggunakan teknik tradisional Anatolia Seljuk, yaitu menyusun potongan-potongan kayu geometris yang saling mengunci tanpa menggunakan lem maupun paku, atau disebut teknik kündekari.

Di antara daya tarik paling autentik dari Masjid Ulu Cami adalah terpampangnya 192 panel kaligrafi Islam berskala besar dan monumental yang ditulis oleh 41 master kaligrafi Utsmaniyah ternama. Di antara maestro kaligrafinya adalah Syekh Hamdullah, Abdulfettah Efendi, dan Kazasker Mustafa Efendi.

Tulisan-tulisan kaligrafi yang memenuhi ruangan masjid meliputi ayat-ayat Alquran, Asmaul Husna, hadits Nabi Muhammad SAW, kata-kata mutiara, hingga kaligrafi berbentuk unik simetris maupun figuratif. Jenis tulisannya meliputi gaya sulus, celi sulus, ta'lik, dan kufi.

Ketika jamaah atau wisatawan memasuki masjid, tulisan-tulisan indah itulah yang seolah langsung menyambut kedatangannya ke dalam Masjid Ulu Cami. Pemandangan ini membuat mata berbinar dan hati terasa sejuk memandangi sekeliling interior masjid.

Tak hanya karya kaligrafinya yang menarik mata dan hati, suasana di tengah Masjid Ulu Cami berupa kolam air mancur untuk wudhu juga menjadi daya tarik. Kolam yang disebut sadirvan tersebut berbentuk segi delapan bermaterial marmer dengan kucuran air yang menghasilkan suasana tenang. Suara gemericik airnya memberikan efek meditasi dan penyejuk alami di dalam area masjid.

Saat Republika menyambangi Masjid Ulu Cami, sejumlah jamaah sedang melakukan berbagai aktivitas, ada yang tengah berwudhu di sadirvan, mendirikan sholat, mengaji, hingga berdikusi. Banyak pula wisatawan yang tengah menghayati dan mengambil gambar dari tiap sudut masjid, terutama tulisan ratusan kaligrafi Islam yang sangat memesona di sekelilingnya.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Ditutup Menguat 0,94% ke Level 5.328
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ada Uang Tunai Rp 9 M di Pabrik Tramadol Sukoharjo, Polisi Selidiki
• 10 jam laludetik.com
thumb
Tercium Motif Terselubung, Ada Nafsu Kelompok Ingin Cepat Berkuasa di Balik Polemik Ijazah Gibran
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Airlangga bidik 17,6 juta kunjungan wisatawan melalui KEK pariwisata
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Cetak SDM Unggul, KEK Didorong Jadi Pusat Pengembangan Tenaga Kerja Terampil
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.