JAKARTA, DISWAY.ID -- Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait usulan perubahan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Prabowo mengakui pemerintah telah menjalankan tugas dengan baik. Namun, ia menyebut masih terdapat berbagai tantangan dan persoalan yang perlu ditangani.
Salah satu isu yang disinggungnya adalah persoalan MSCI yang menjadi perhatian pelaku pasar modal. Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan merasa takut ataupun terintimidasi oleh ancaman dari pihak mana pun.
BACA JUGA:Pramono Bakal Gratiskan Transportasi Umum bagi Pencari Kerja dan Pendamping Disabilitas
“Kita terus diancam, ya kan? Ada apa itu? Macam-macamlah, MSCI macam-macam. Mau mau menakut-nakuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!” tegas Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Halaman Tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Kepala Negara juga menekankan bahwa Indonesia memiliki kekuatan, keberanian, dan semangat untuk menghadapi berbagai tantangan. Ia memastikan bangsa Indonesia tidak akan menyerah dalam menghadapi situasi yang ada.
Bahkan, Prabowo membuka peluang untuk menerapkan penghematan anggaran dalam skala lebih besar apabila diperlukan.
“Kita tidak takut! Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah, Saudara-Saudara sekalian. Kalau perlu, kita akan adakan penghematan besar-besaran. Kita akan lebih hemat lagi nanti,” tandasnya.
BACA JUGA:Penelitian Cochrane Ungkap Hasil Perbandingan Vape, Koyo, dan Permen Karet Nikotin
Sebelumnya, pada 15 Oktober 2026, MSCI mengumumkan konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Konsultasi dengan para pelaku pasar tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2027. Sementara itu, keputusan akhir mengenai usulan perubahan klasifikasi tersebut akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
Dalam evaluasinya, MSCI menyoroti sejumlah persoalan di pasar saham Indonesia. Beberapa di antaranya mencakup transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, serta konsistensi penerapan aturan.





