Pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Pengelolaan yang bertanggung jawab dan penyaluran yang tepat sasaran dapat membantu menjawab kebutuhan sosial sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Perspektif tersebut menjadi salah satu hal yang relevan dalam peringatan Milad ke-20 Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN yang diselenggarakan YBM PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) di Bandung, Rabu (21/10/2026).
Peringatan dua dekade YBM PLN tersebut diisi dengan kegiatan donor darah dan ceramah keagamaan yang mengangkat tema Iman dan Keberkahan Rezeki. Selain menjadi bagian dari peringatan organisasi, kegiatan ini menyoroti pentingnya kepedulian sosial dan tanggung jawab dalam memaknai serta mengelola rezeki.
Keberadaan lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan bagi kelompok yang membutuhkan. Namun, manfaatnya bergantung pada tata kelola yang akuntabel, ketepatan penerima, serta kemampuan program dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Ketua YBM PLN UIP JBT, Kasyful Warits, mengatakan peringatan Milad ke-20 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga amanah dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
“Melalui kegiatan donor darah dan tausyiah ini, kami ingin mengingatkan bahwa berbagi tidak selalu harus dalam bentuk materi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama,” ujar Kasyful.
Ia berharap YBM PLN dapat terus berperan sebagai penghubung antara amanah yang dipercayakan kepada lembaga dan kebutuhan masyarakat yang memerlukan dukungan.
Salah satu kegiatan dalam peringatan tersebut adalah donor darah yang melibatkan pegawai PLN UIP JBT. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah sekaligus memperluas partisipasi pegawai dalam kegiatan kemanusiaan.
Dari sisi sosial ekonomi, kegiatan donor darah memperlihatkan bahwa kontribusi terhadap masyarakat tidak selalu berbentuk bantuan finansial. Partisipasi individu, waktu, dan kepedulian juga dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam mendukung kebutuhan layanan kesehatan.
Selain kegiatan donor darah, tasyakuran Milad ke-20 YBM PLN diisi ceramah oleh Ustaz Dr. H. Ahmad Zailani AW. Dalam pemaparannya, ia mengangkat hubungan antara keimanan, ketakwaan, dan keberkahan rezeki dalam kehidupan sehari-hari.
Ahmad mengingatkan bahwa rezeki tidak semata-mata berkaitan dengan pencapaian pribadi, tetapi juga perlu dimaknai melalui rasa syukur dan kesadaran bahwa manusia dapat memperoleh manfaat dari bantuan tersebut.
“Karena sejatinya itulah makna dari rezeki yang berkah. Sehingga kita tidak terlalu terpengaruh apa yang dicapai orang lain karena rezeki yang diberikan kepada kita sebagai manusia itu sesuai dengan ketentuan Allah, tidak dilebihkan ataupun dikurangkan,” kata Ahmad.
Baca Juga: Kemarau Tekan Produksi PLTA, PLN Tambah Pembangkit 50 MW di Sigi
Memasuki usia dua dekade, pengelolaan dana sosial menjadi aspek penting bagi keberlanjutan peran YBM PLN. Transparansi, akuntabilitas, serta orientasi pada kebutuhan penerima manfaat merupakan faktor yang menentukan agar dana yang dihimpun dapat disalurkan secara bertanggung jawab.
Bagi masyarakat, efektivitas pengelolaan dana sosial tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan penerima. Pendekatan tersebut penting agar penyaluran bantuan dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Peringatan Milad ke-20 YBM PLN di lingkungan UIP JBT pun menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran mengenai tanggung jawab sosial dan pentingnya pengelolaan amanah. Dengan tata kelola yang baik dan program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dana sosial berpotensi menjadi salah satu unsur pendukung dalam memperluas manfaat ekonomi dan sosial.





