BMKG: Modifikasi Cuaca untuk Urai Kepekatan Asap Karhutla, Ini Prakiraan Musim Hujan 2026

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menjelaskan, operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan untuk mengurangi kepekatan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini juga bertujuan mencegah musim hujan datang lebih lambat di wilayah terdampak.

Adapun untuk prakiraan cuaca, Faisal menyebut musim hujan diperkirakan mulai memasuki wilayah Indonesia pada November 2026 dan mencapai puncaknya pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Baca Juga :
Syed Saddiq Ungkap Malaysia Pernah Tawarkan Bantuan Pesawat dan Helikopter untuk Tangani Karhutla
Muhammadiyah: Karhutla Tidak Boleh Dinormalisasi Sebagai Bencana Tahunan

"Kalau kepekatan asap tidak bisa kita kurangi, kita khawatir musim hujan masuknya bisa lebih mundur lagi sehingga kepekatan itu dibongkar dengan melakukan OMC, operasi modifikasi cuaca," ujar Faisal saat ditemui awak media di Kompleks Istana Negara Rabu, (21/10/2026).

Faisal menjelaskan, OMC telah diterapkan di sejumlah provinsi prioritas. Selain menggunakan natrium klorida (NaCl) untuk menyemai awan, pemerintah juga memanfaatkan dry ice atau es kering untuk menembus lapisan atmosfer yang menahan asap karhutla.

Dalam pelaksanaannya, BMKG bekerja sama dengan Thailand untuk memanfaatkan dry ice dalam upaya penanganan karhutla. BMKG juga melakukan uji radiosonde guna mengetahui titik yang tepat untuk penyemaian awan.

Terkait musim hujan, BMKG memprediksi Indonesia akan mengalami curah hujan normal, meskipun dengan periode lebih pendek.

"Sehingga nanti terjadi hujan lebat, sangat lebat hingga hujan ekstrem lebih sering di akhir tahun hingga awal tahun depan, sehingga bencana meteorologi basah yaitu banjir, longsor itu juga perlu kita antisipasi dari mulai sekarang," ujar Teuku Faisal Fathani.

BMKG sebelumnya menyatakan kondisi El Nino intensitas moderat hingga kuat akan bertahan di Indonesia hingga awal 2027. Dampak El Nino di Indonesia akan meningkatkan potensi kekeringan, krisis air serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG memprakirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat, dengan puncaknya diprediksi terjadi pada Desember 2026 sampai Februari 2027. (ANT)

Baca Juga :
Menyejukkan Suhu Udara Ibu Kota, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Kapolri Hubungi Iptu Agus yang Padamkan Karhutla Meski ISPA: Kalau Sudah Agak Berat, Berobat
TNI AU Siapkan Jurus Baru Lawan Karhutla, 1,2 Ton Es Kering Dikirim ke Kalimantan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungi Instalasi Surfaktan Polda Kalsel, Habib Aboe Apresiasi Inovasi Penanganan Karhutla
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
SIGAMBAR Medan Barat Disiagakan, Kapolsek Tegaskan Perang Terhadap Tawuran dan Narkoba
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Hasil Roadshow Hanura Keliling Indonesia: Sulut Potensial jadi Basis Kekuatan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Di Forum Internasional ARNEC, Appi Paparkan Strategi Makassar Bangun Generasi Sehat dan Cerdas
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Penyelundup 73 Ribu Lobster ke Vietnam Sudah Beraksi 40 Kali
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.