BEI Ubah Kriteria Evaluasi IHSG, Saham HSC Dikeluarkan Mulai 2 November

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan saham-saham yang masuk dalam daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kebijakan itu efektif mulai 2 November 2026. 

Seiring dengan itu, BEI menyesuaikan sejumlah kriteria evaluasi IHSG. Termasuk di antaranya periode evaluasi dan mekanisme penyesuaian di luar jadwal evaluasi reguler.

Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A mengatakan, penyesuaian tersebut mengacu pada Pengumuman BEI Nomor Peng-00148/BEI.POP/05-2021 tanggal 31 Mei 2021 yang menjabarkan tentang penerapan free float dalam penghitungan indeks.

Selain itu, kebijakan itu juga mengacu pada Surat Keputusan Bersama Direksi BEI dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Nomor Kep-00047/BEI/03-2026 dan KEP-0024/DIR/KSEI/0426 tentang Penetapan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi pada Perusahaan Tercatat.

“PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyesuaian atas kriteria evaluasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),” kata Pande dalam keterangan resmi, Kamis (22/10).

Dalam ketentuan baru, BEI mengecualikan saham yang masuk dalam Papan Akselerasi dan daftar HSC dari kriteria seleksi IHSG. Sebelumnya, hanya saham di Papan Akselerasi yang dikecualikan.

Sementara itu, metode penghitungan IHSG tetap menggunakan capped free float adjusted market capitalization weighted dengan batas pembobotan (cap) sebesar 9%.

BEI juga mengubah jadwal evaluasi indeks. Sebelumnya, evaluasi dilakukan pada Maret, Juni, September, dan Desember. Dalam ketentuan baru, evaluasi berlangsung pada Januari, April, Juli, dan Oktober.

Perubahan tersebut turut menggeser waktu penerapan hasil evaluasi. Jika sebelumnya hasil evaluasi berlaku pada hari bursa pertama Januari, April, Juli dan Oktober, kini penyesuaian berlaku pada hari bursa pertama Februari, Mei, Agustus dan November.

Selain itu, BEI menambahkan ketentuan mengenai evaluasi insidental. Saham yang masuk atau keluar dari daftar HSC di luar periode evaluasi reguler akan segera disesuaikan dalam perhitungan IHSG.

Berikut ketentuan lengkapnya:

No.AspekSebelumSesudah1.Kriteria SeleksiSeluruh saham (perusahaan tercatat), kecuali saham yang masuk dalam Papan Akselerasi.Seluruh saham (perusahaan tercatat), kecuali: a. Saham yang masuk dalam Papan Akselerasi. b. Saham yang masuk dalam High Shareholding Concentration (HSC).2.MetodeCapped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted (Cap = 9%)(Tetap)3.Periode EvaluasiEvaluasi: Maret, Juni, September, dan Desember.Evaluasi: Januari, April, Juli, dan Oktober.4.Hari EfektifHari bursa pertama di bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.Hari bursa pertama di bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.5.Evaluasi Insidental(Belum diatur secara khusus)Saham yang masuk atau keluar dari HSC di luar periode evaluasi indeks akan segera disesuaikan pada IHSG.

(Sumber: BEI)

Daftar Saham HSC per 12 Oktober 2026:

  1. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  2. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
  3. PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)
  4. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
  5. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
  6. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
  7. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
  8. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
  9. PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
  10. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
  11. PT Temas Tbk (TMAS)
  12. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
  13. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
  14. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
  15. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
  16. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
  17. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
  18. PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
  19. PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
  20. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
  21. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
  22. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
  23. PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
  24. PT Charnic Capital Tbk (NICK)
  25. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
  26. PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
  27. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
  28. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
  29. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
  30. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
  31. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
  32. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
  33. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
  34. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
  35. PT Golden Flower Tbk (POLU)
  36. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
  37. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
  38. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
  39. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
  40. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
  41. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
  42. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
  43. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
  44. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
  45. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
  46. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
  47. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
  48. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
  49. PT Bank Mega Tbk (MEGA)
  50. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
  51. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
  52. PT Siantar Top Tbk (STTP)
  53. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
  54. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
  55. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
  56. PT FAP Agri Tbk (FAPA)
  57. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
  58. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
  59. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
  60. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
  61. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
  62. PT Bank Permata Tbk (BNLI)
  63. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
  64. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
  65. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
  66. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
  67. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
  68. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
  69. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
  70. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
  71. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
  72. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
  73. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
  74. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
  75. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
  76. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
  77. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
  78. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  79. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  80. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Optimis 2029, Hanura Bidik 1-2 Kursi di Senayan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kongres Bahasa Daerah di Jayapura Dorong RUU Bahasa Daerah Masuk Prolegnas 2027
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Cuaca Panas Masih Melanda Jatim, Suhu Udara Diprakirakan Capai 37 Derajat Celsius
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bagaimana Budaya Nusantara Bertahan di Era Digital? Ini yang Dibahas di Festival Budaya Nasional 2026
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Ruben Onsu Geram Dikecam Komnas PA Gegara Konflik dengan Sarwendah Tak Kunjung Kelar, Sang Presenter: Nafsu Banget Ngurusin!
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.