Jakarta, tvOnenews.com - Bek kiri Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, meminta rekan-rekan setimnya untuk menegakkan kepala setelah laga kontra Galatasaray. Mereka harus fokus kepada laga berikutnya menghadapi AS Monaco.
Lille kembali tampil di Stade Pierre-Mauroy dengan menjamu Galatasaray untuk pentas Liga Champions pada Kamis (22/10/2026) dini hari tadi WIB. Namun, gawang mereka sudah kebobolan di menit kedua melalui Yunus Akgun.
Les Dogues sempat bangkit melalui dwigol Soriba Diaoune. Namun, Aleksey Batrakov menyamakan skor untuk klub asal Turki menjelang jeda turun minum.
Di paruh kedua, gol Victor Osimhen dan bunuh diri dari Nabil Bentaleb membuat Galatasaray menang 4-2. Skor tersebut bertahan hingga laga berakhir.
Lille telah melalui tiga pertandingan di Liga Champions dan semuanya berakhir kekalahan. Sebelumnya, mereka takluk 2-3 dari Real Betis di kandang dan 0-3 dari Arsenal saat melawat ke Emirates Stadium.
Calvin Verdonk bermain sebagai starter di laga ini. Dia bermain cukup solid secara personal namun mengakui bahwa timnya tampil buruk saat bertahan.
Walau begitu, Verdonk menekankan bahwa timnya harus mengalihkan fokus kepada laga berikutnya melawan AS Monaco. Duel itu sangat penting karena kedua tim bersaing di papan atas klasemen Liga Prancis pada saat ini.
“Kami siap. Saya rasa kami masih punya pertandingan lain pada hari Minggu. Kami harus hadir, kami harus tetap tegak. Kami butuh kepercayaan diri untuk memenangkan pertandingan,” kata Verdonk, seperti dilansir dari Le Petit Lillois.
Verdonk enggan mengklaim bahwa kompetisi Eropa terlalu berat untuk Lille, yang sudah kebobolan 10 kali dari tiga laga di Liga Champions. Hanya saja, mereka perlu memperbaiki cara bertahan ke depannya.
“Tidak, saya rasa tidak. Saya rasa kami bermain bagus di babak pertama. Kami juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk memenangkan pertandingan ini. Tapi kami kebobolan terlalu mudah. Malam itu sangat sulit,” tandasnya.
Berbeda dengan di Liga Champions, Lille berhasil bersaing di papan atas Ligue 1 dengan mengoleksi 14 poin dari tujuh laga. Mereka ada di peringkat keempat, hanya unggul selisih gol dari Monaco yang ada di peringkat kelima namun kalah selisih gol dari tim asuhan Davide Ancelotti.




