Meituan Pertimbangkan Terbitkan Dim Sum Bond di Luar China

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Meituan, perusahaan layanan pesan-antar makanan asal China, tengah mempertimbangkan penerbitan obligasi berdenominasi yuan di pasar luar negeri dalam beberapa pekan mendatang. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi penerbitan obligasi dim sum atau Dim Sum Bond kedua bagi perusahaan tersebut.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (22/10), sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebut Meituan telah memperoleh izin dari otoritas China untuk menerbitkan obligasi tersebut. Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengatakan dana hasil penerbitan akan digunakan untuk kebutuhan korporasi secara umum.

Meituan belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait rencana tersebut.

Rencana penerbitan obligasi ini muncul ketika persaingan di sektor pesan-antar makanan dan ritel China mulai mereda setelah otoritas setempat melakukan penertiban. Sebelumnya, persaingan yang ketat menekan kinerja pelaku usaha di sektor yang dinilai strategis untuk mendorong konsumsi masyarakat tersebut.

Pada Agustus lalu, Meituan melaporkan laba kuartalan yang di luar perkiraan. Perusahaan itu juga memperlambat ekspansi bisnisnya ke pasar luar negeri.

Tahun lalu, Meituan menghimpun sekitar USD 3 miliar melalui penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS dan obligasi yuan di pasar luar negeri. Nilai tersebut menjadi penerbitan obligasi reguler terbesar perusahaan sepanjang sejarahnya.

Pembiayaan dalam yuan semakin diminati perusahaan China maupun asing karena menawarkan biaya yang lebih rendah. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, penerbitan obligasi dim sum oleh pemerintah dan perusahaan di luar China daratan telah melampaui 1 triliun yuan atau sekitar USD 150 miliar sepanjang tahun ini. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi.

Awal bulan ini, Tencent Holdings Ltd. menerbitkan Dim Sum Bond senilai 26 miliar yuan. Untuk pertama kalinya dalam satu penerbitan, nilai obligasi yuan yang dihimpun Tencent melampaui porsi obligasi berdenominasi dolar AS.

Meituan pertama kali memasuki pasar obligasi dolar AS pada 2020 melalui penerbitan senilai USD 2 miliar. Perusahaan tersebut kemudian merambah pasar obligasi yuan luar negeri sekitar setahun lalu, menurut data yang dihimpun Bloomberg.

Di sektor teknologi, Meituan juga mengembangkan model bahasa besar (large language model/LLM) untuk kecerdasan buatan (AI) dengan nama seri LongCat. Namun, pengembangan produk AI perusahaan itu dinilai belum secepat para pesaingnya, seperti Alibaba Group Holding Ltd. dan ByteDance Ltd.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Porprov Jateng jadi angin segar bagi UMKM dan perhotelan di 5 daerah
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Terbukti Bersalah dalam Dua Kasus Korupsi, Bupati Pati Nonaktif Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara
• 19 jam lalukompas.id
thumb
UBSI dan BRIN Pantau Program BINTARA di Garut, Peternakan Domba Kian Modern Berbasis Teknologi
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan: Berantas Terorisme hingga Scam
• 35 menit lalukumparan.com
thumb
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Ditjen Pesantren Lahir sebagai Penguatan Pendidikan Santri
• 17 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.