JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai gejolak sentimen di pasar modal terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak mengganggu fundamental perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Sejumlah indikator makroekonomi disebut masih menunjukkan kondisi yang positif.
“Dari segi makro kita kuat. Memang dari segi sentimen seperti yang kemarin dibahas, ada riak-riak seperti MSCI. Tetapi kan itu bukan sesuatu yang mengganggu secara keseluruhan dan banyak lembaga pemeringkat lain juga bisa menilai perekonomian kita,” kata Airlangga, Kamis, 22 Oktober 2026.
BACA JUGA:Terungkap Ijazah Jokowi Dipublish Dian Sandi Diambil dari Akun Orang Lain, dr Tifa: Dia Lakukan Kebohongan
Hal itu tercermin dari inflasi yang masih berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen, indeks manajer pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) di level 52, serta indeks keyakinan konsumen yang masih mencapai 118.
Selain itu, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD146 miliar atau setara dengan kebutuhan pembiayaan sekitar 6,5 bulan impor.
Dari sektor keuangan, penyaluran kredit perbankan disebut masih tumbuh 13 persen, sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) dinilai relatif rendah.
Pemerintah juga menilai kondisi sektoral masih cukup kuat.
Ketersediaan pangan terjaga dengan stok beras yang berada di atas 5 juta ton.
BACA JUGA:BULOG Dukung GPM Nasional di 38 Provinsi, Beras dan Minyak Dijual Terjangkau bagi Masyarakat
Sementara itu, nilai tukar petani (NTP) disebut meningkat hingga sekitar 130.
Di sisi lain, pemerintah menilai sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, turut menjadi bagian dari agenda pembangunan ekonomi nasional.
Menurut dia, berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih ditopang fundamental yang kuat, meskipun terdapat gejolak sentimen di pasar modal terkait MSCI.
“Kemudian kalau dari segi sektor riil juga relatif kuat, termasuk juga kondisi pangan kita tersedia baik,” imbuhnya.
Airlangga optimis pemerintah Indonesia masih bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.
- 1
- 2
- »





