RI-Australia Perpanjang Kemitraan Pembangunan Ekonomi PROSPERA, Fokus pada Agenda Reformasi Ini

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Melalui PROSPERA Fase II, Pemerintah memfokuskan dukungan pada dua agenda reformasi besar.

RI-Australia Perpanjang Kemitraan Pembangunan Ekonomi PROSPERA, Fokus pada Agenda Reformasi Ini. Foto: Kemenko Perekonomian.

IDXChannel - Pemerintah memperpanjang kemitraan strategis dengan Pemerintah Australia melalui program Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi (Australia–Indonesia Partnership for Economic Development atau PROSPERA) Fase II.

Pelaksanaan PROSPERA Fase II berlandaskan Subsidiary Arrangement antara Kemenko Perekonomian dan DFAT menegaskan komitmen perpanjangan program 10 tahun. 

Baca Juga:
RI Impor Kerbau Australia, Alternatif Pasokan Protein Hewani di Tengah Mahalnya Harga Sapi

“Saya mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk terlibat aktif serta menerjemahkan berbagai formulasi kebijakan menjadi hasil-hasil yang konkret bagi masyarakat,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan closing remarks pada acara Launch of Prospera Phase Two The Australia-Indonesia Partnership for Economic Development di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Melalui PROSPERA Fase II, Pemerintah memfokuskan dukungan pada dua agenda reformasi besar, yakni aksesi Indonesia pada Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Dalam proses aksesi OECD yang ditargetkan rampung pada 2028, Indonesia telah menyelesaikan 20 dari 25 bagian (initial memorandum) atau mencapai progress sekitar 80 persen. 

Baca Juga:
Wisman ke RI Tembus 10,58 Juta Kunjungan, Didominasi Turis Asal Malaysia dan Australia

Sementara pada CPTPP, Pemerintah berharap proses aksesi dapat disepakati oleh seluruh negara anggota pada pertemuan November mendatang.

Di sektor digital, PROSPERA diharapkan dapat mendukung penyiapan sumber daya manusia dan pengembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai pemegang ekonomi digital terbesar di ASEAN serta persiapan penandatanganan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN di Manila pada bulan depan.

Baca Juga:
RI Ekspor Produk Kopi Siap Minum ke Australia, Bidik Rp10 Triliun dalam Tiga Tahun

Guna mengoptimalkan hubungan ekonomi bilateral, Pemerintah juga mendorong perluasan kerja sama pariwisata dan konektivitas udara melalui penambahan penerbangan regional langsung antara kota-kota di Indonesia dan Australia.

Kemenko Perekonomian dan DFAT bersiap menggelar PROSPERA Advisory Board Meeting guna meninjau arah strategis serta memfinalisasi Rencana Kerja Strategis (Strategic Work Plan) dan Rencana Kerja Tahunan (Annual Work Plan) yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional.

“Keberhasilan PROSPERA Fase II tidak hanya diukur dari kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari perbaikan berkelanjutan pada kualitas kelembagaan ekonomi Indonesia serta manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Semoga momen ini menjadi penanda pembaruan komitmen kita menuju masa depan yang lebih kuat dan makmur bagi Indonesia dan Australia,” ujar Airlangga. (Kidung Dhia Fardheena)

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pasar Cukir Jombang Kebakaran Hebat, 30 Kios Ludes
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pesan Haru Ruben Onsu ke Kedua Putrinya, Pasrah Jika Tak Bisa Bertemu: Setelah Badai Ini, Tak Akan Ada Keributan Lagi
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Bukan Cuma Menyerahkan Diri di Hari yang Sama, Pelaku Pembunuhan Bharatu Valdo Juga Buat Pengakuan Ini ke Polisi
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
PSL Siapkan Tim Darurat dan Latih Pekerja Hadapi Kebakaran
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ketar-ketir Setelah Erick Thohir Buka Opsi Batal, Yordania Pastikan Keamanan Timnas Indonesia Selama FIFA Matchday November
• 10 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.